Handphone Bisa Menjadi Bentuk Keterjajahan Informasi

Suara Muhammadiyah

4 May 2024

1575
Foto Istimewa

Foto Istimewa

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN Eng menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi generasi muda yang banyak terperdaya oleh handphone. Ia mengatakan bahwa handphone bukanlah pertanda modernitas, melainkan merupakan sebuah bentuk keterjajahan informasi.

Hal itu ia sampaikan dalam acara peresmian Gedung Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Ngasem Gunung Kidul, Jumat (3/5) di Halaman Gedung MIM Ngasem. Gedung MIM Ngasem yang baru ini merupakan hasil kerjasama dari Lembaga Amil Zakat Infak dan Sodaqoh Muhamammadiyah (Lazismu) UMY, yang juga menggandeng Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), serta swadaya masyarakat dan simpatisan. Dengan total dana bantuan yang berhasil terkumpul sebesar 1 miliar 70 juta rupiah. 
 
Rektor UMY juga menyampaikan, di zaman dimana informasi yang sudah sangat melimpah ini, fakta-fakta objektif seringkali tidak lagi menjadi dasar utama dalam membentuk opini publik. Bahkan ia mengamati, salah satu ciri akhir dari dunia ini adalah orang menjadi kebingungan membedakan antara yang benar dan yang salah.

“Anak-anak sekarang percaya kalau ayam kakinya empat karena mereka setiap hari di cekoki dengan berita ayam kakinya empat, sehingga bagi yang mengatakan ayam itu kakinya dua, disalahkan. Ini yang namanya post-truth,” ungkap Guru Besar bidang Ilmu Tanah tersebut.

Post-Truth adalah suatu era dimana kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran dengan cara memainkan emosi dan perasaan netizen.

“Yang sekarang bapak-ibu pegang (informasi) sebagai sebuah kebenaran itu adalah kebenaran yang palsu, kebenaran yang dipalsukan. Post-Truth itu kalau bahasa Jawa-nya, pembenaran. Beda dengan the truth, itu kebenaran,” tandasnya. 

Fenomena post-truth ini disebut Gunawan dapat membuat manusia menjadi bodoh. Bahkan menurutnya, sekarang ini telah banyak ustad jadi-jadian, syekh atau gus mengaku habib tanpa keabsahan yang jelas.

“Jadi handphone itu bukan pertanda modernitas kehidupan, handphone itu adalah bentuk keterjajahan informasi. Oleh karenanya  Muhammadiyah kalau tidak masuk ke sini, kalah. Siapa yang memberikan informasi, itu yang menang,” tegas Gunawan. 

Sehingga karenanya, ia meminta kepada para guru-guru dan masyarakat yang hadir untuk dapat menyiapkan generasi muda menjadi generasi yang siap bertanding sehingga generasi muda saat ini tidak menjadi generasi instan yang mudah dimanja oleh berbagai fasilitas dan informasi. Karena menurutnya, rusaknya generasi dapat disebabkan oleh orang tua yang tidak bisa mengendalikan arus informasi yang didapatkan oleh anak/ siswa melalui handphone.

Ia pun memperingatkan untuk menjaga generasi muda agar tidak termakan oleh isu sekuler, karena jika hal itu terjadi, maka generasi muda nantinya akan menjadi generasi zonk, generasi kosong-kosongan.

“Bapak ibu jangan pernah mencetak robot, harus mencetak murid yang tangguh, punya kepribadian Islam dan tidak manja, yang mengajarkan pengetahuan bagaimana cara untuk bertahan hidup,” pungkas Gunawan. (Mut)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Program Internasional Edutrip di Internasional Islamic School Malaysia....

Suara Muhammadiyah

21 February 2025

Berita

SIMALUNGUN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Utara sukses menggel....

Suara Muhammadiyah

15 September 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) terus memperkuat mimbar akad....

Suara Muhammadiyah

22 February 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia ....

Suara Muhammadiyah

18 February 2025

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Masih dalam rangkaian Ramadan Ceria, Universitas Muhammadiyah Malang ....

Suara Muhammadiyah

4 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah