Hari Bermuhammadiyah PDM Jaktim, Meneguhkan Teologi Digital di Era Modern

Publish

12 October 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
500
Dok Istimewa

Dok Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur menyelenggarakan kegiatan Hari Bermuhammadiyah di Masjid Al Maghfirah (PCM Duren Sawit II). Acara berlangsung pada Ahad (12/10), menghadirkan Ustadz Harry B. Jauhari, M.Pd., Sekretaris LDK PWM Jakarta, sebagai narasumber dengan tema utama “Teologi Digital dalam Perspektif Muhammadiyah.”

Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi dan refleksi bagi warga Muhammadiyah Jakarta Timur dalam memahami tantangan keislaman dan kemanusiaan di era digital. Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur Prof. Dr. M Nur Rianto Al Arif, S.E., M.Si menegaskan bahwa era digital bukan sekadar fenomena teknologi, tetapi juga ruang teologis baru yang menuntut umat Islam untuk hadir dengan kesadaran spiritual dan etika bermedia.

“Digitalisasi telah mengubah cara kita berinteraksi, beribadah, dan berdakwah. Namun yang lebih penting, kita harus memastikan bahwa nilai-nilai tauhid, akhlak, dan kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas digital,” ujar Ketua PDM Jakarta Timur dalam amanatnya.

Prof. Dr. M Nur Rianto Al Arif, S.E., M.Si juga menekankan pentingnya peran Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid (pembaruan) dalam menghadirkan pencerahan di ruang digital. Menurutnya, Teologi Digital bukan hanya tentang memanfaatkan teknologi untuk dakwah, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran etis, kritis, dan spiritual di tengah derasnya arus informasi.

“Kita tidak boleh larut dalam gelombang informasi tanpa arah. Muhammadiyah harus memandu umat agar cerdas digital dan tetap berpegang pada prinsip Al-Ma’un — membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan, dan keterasingan, termasuk di dunia maya,” tambahnya.

Beliau juga menegaskan bahwa dalam konteks teologi digital, Muhammadiyah perlu hadir tidak sekadar sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai pengarah peradaban yang menempatkan kemajuan teknologi di bawah kendali moral dan spiritual. Dunia digital, menurutnya, harus menjadi sarana memperluas dakwah pencerahan — bukan tempat lahirnya disinformasi atau ketimpangan baru. Ia menilai, pemanfaatan teknologi harus berjalan beriringan dengan jihad literasi dan tanggung jawab sosial, sehingga dakwah digital Muhammadiyah benar-benar memancarkan nilai-nilai Islam berkemajuan.

Lebih jauh, beliau menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif di kalangan umat agar tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi. Kehadiran Muhammadiyah, katanya, harus menjadi mercusuar yang membimbing umat untuk berpikir kritis, berperilaku etis, dan beriman secara cerdas. Era digital bukan masa untuk mundur, tetapi momentum untuk mempertegas peran Islam sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mendorong kemajuan.

Kegiatan ini diakhiri dengan seruan agar setiap kader dan simpatisan Muhammadiyah menjadikan dunia digital sebagai ladang dakwah baru — bukan tempat kehilangan nilai, tetapi ruang untuk menegaskan kembali makna keberagamaan yang mencerahkan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PCM dan PCA Tuban Kota Tenentukan Kepemimpinan Periode Mendatang  TUBAN, Suara Muhammadiyah - ....

Suara Muhammadiyah

24 July 2023

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga pendidikan adalah tempat terbaik untuk mencetak calon kader m....

Suara Muhammadiyah

1 June 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Sleman menggelar Silaturahm....

Suara Muhammadiyah

15 April 2026

Berita

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menyemarakkan kegiatan Amaliyah Ramadan 1447 H, Pimpinan ....

Suara Muhammadiyah

12 March 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Eco Bhinneka Muhammadiyah hadir menyampaikan duka cita atas wafatnya P....

Suara Muhammadiyah

29 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah