Harmoni Lahir dari Kesediaan Memahami, Bukan Sekadar Toleransi

Publish

21 October 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
769
Istimewa

Istimewa

SALATIGA, Suara Muhammadiyah - Di tengah meningkatnya tantangan global terhadap keberagaman dan polarisasi sosial, dunia pendidikan Islam dituntut memainkan peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai kebinekaan dan kemanusiaan. Melalui ruang-ruang akademik yang terbuka dan reflektif, universitas berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran lintas iman dan membangun harmoni sosial yang berkelanjutan.

“Hubungan antaragama yang sehat lahir dari kesediaan untuk memahami, bukan hanya menerima perbedaan. Pendidikan yang mencerahkan dan politik yang menjunjung kemanusiaan menjadi pondasi harmoni sejati,” ujar Dr. Amin Hady, Ketua Pendiri Asosiasi Imam Muslim di Australia, saat menjadi narasumber utama dalam Interdisciplinary Colloquium Pascasarjana UIN Salatiga.

Dr. Amin, yang meraih gelar Doktor (Ph.D.) bidang Education and Politics dari University of New South Wales (UNSW), Sydney, Australia, menegaskan bahwa harmoni antarumat beragama tidak dapat dibangun hanya melalui wacana atau slogan toleransi, melainkan harus tumbuh dari kesadaran saling menghargai dan kerja sama lintas iman yang tulus. Ia juga berbagi pengalaman mengenai dinamika hubungan antara Muslim dan Kristen di Australia yang dibangun atas dasar saling percaya dan penghormatan terhadap kemanusiaan.

Kegiatan ilmiah yang telah menjadi tradisi akademik UIN Salatiga sejak 2011 ini mengangkat tema “Islam, Pendidikan, dan Politik: Merawat Harmoni yang Otentik”. Forum ini mempertemukan para akademisi dari berbagai disiplin ilmu untuk membahas isu-isu keagamaan, sosial, dan kebangsaan secara komprehensif.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag, menilai kehadiran tokoh lintas disiplin seperti Dr. Amin Hady menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk melihat agama dan ilmu pengetahuan secara integratif.

“Colloquium ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari ikhtiar membangun kampus yang berpikir terbuka dan berpijak pada nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Wawan Purwanto, pakar komunikasi publik, mengingatkan bahwa harmoni yang otentik hanya dapat diwujudkan bila komunikasi antarumat beragama dilandasi empati dan keadilan.

“Harmoni bukan berarti meniadakan perbedaan, melainkan menumbuhkan kejujuran dalam keberagaman,” tegasnya.

Direktur Pascasarjana UIN Salatiga, Prof. Dr. Phil. Asfa Widiyanto, menjelaskan bahwa Interdisciplinary Colloquium diselenggarakan secara rutin tiga kali setiap tahun, menghadirkan narasumber dari berbagai bidang seperti agama, sosial, politik, dan budaya.

“Forum ini menjadi ruang dialog antarilmu dan antariman. Di sinilah kampus memainkan peran sebagai laboratorium harmoni sosial dan intelektual,” tuturnya.

Kegiatan yang telah berlangsung selama 14 tahun ini terus mendapatkan antusiasme tinggi dari mahasiswa, dosen, dan peneliti. Melalui forum semacam ini, UIN Salatiga meneguhkan diri sebagai perguruan tinggi Islam yang menumbuhkan budaya akademik inklusif—di mana gagasan harmoni otentik tidak berhenti sebagai konsep ilmiah, melainkan diwujudkan dalam perilaku dan interaksi nyata di kehidupan kampus dan masyarakat.***

(Haidir Fitra Siagian) 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) yang baru Fadjry Juf....

Suara Muhammadiyah

15 January 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Senyum dan rasa syukur mewarnai wajah para wisudawan Universitas....

Suara Muhammadiyah

28 August 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar internasio....

Suara Muhammadiyah

8 March 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

26 May 2026

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Guru Al Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab (Ismuba) punya kunci sukse....

Suara Muhammadiyah

20 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah