Harmoni Lahir dari Kesediaan Memahami, Bukan Sekadar Toleransi

Suara Muhammadiyah

21 October 2025

859
Istimewa

Istimewa

SALATIGA, Suara Muhammadiyah - Di tengah meningkatnya tantangan global terhadap keberagaman dan polarisasi sosial, dunia pendidikan Islam dituntut memainkan peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai kebinekaan dan kemanusiaan. Melalui ruang-ruang akademik yang terbuka dan reflektif, universitas berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran lintas iman dan membangun harmoni sosial yang berkelanjutan.

“Hubungan antaragama yang sehat lahir dari kesediaan untuk memahami, bukan hanya menerima perbedaan. Pendidikan yang mencerahkan dan politik yang menjunjung kemanusiaan menjadi pondasi harmoni sejati,” ujar Dr. Amin Hady, Ketua Pendiri Asosiasi Imam Muslim di Australia, saat menjadi narasumber utama dalam Interdisciplinary Colloquium Pascasarjana UIN Salatiga.

Dr. Amin, yang meraih gelar Doktor (Ph.D.) bidang Education and Politics dari University of New South Wales (UNSW), Sydney, Australia, menegaskan bahwa harmoni antarumat beragama tidak dapat dibangun hanya melalui wacana atau slogan toleransi, melainkan harus tumbuh dari kesadaran saling menghargai dan kerja sama lintas iman yang tulus. Ia juga berbagi pengalaman mengenai dinamika hubungan antara Muslim dan Kristen di Australia yang dibangun atas dasar saling percaya dan penghormatan terhadap kemanusiaan.

Kegiatan ilmiah yang telah menjadi tradisi akademik UIN Salatiga sejak 2011 ini mengangkat tema “Islam, Pendidikan, dan Politik: Merawat Harmoni yang Otentik”. Forum ini mempertemukan para akademisi dari berbagai disiplin ilmu untuk membahas isu-isu keagamaan, sosial, dan kebangsaan secara komprehensif.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag, menilai kehadiran tokoh lintas disiplin seperti Dr. Amin Hady menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk melihat agama dan ilmu pengetahuan secara integratif.

“Colloquium ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari ikhtiar membangun kampus yang berpikir terbuka dan berpijak pada nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Wawan Purwanto, pakar komunikasi publik, mengingatkan bahwa harmoni yang otentik hanya dapat diwujudkan bila komunikasi antarumat beragama dilandasi empati dan keadilan.

“Harmoni bukan berarti meniadakan perbedaan, melainkan menumbuhkan kejujuran dalam keberagaman,” tegasnya.

Direktur Pascasarjana UIN Salatiga, Prof. Dr. Phil. Asfa Widiyanto, menjelaskan bahwa Interdisciplinary Colloquium diselenggarakan secara rutin tiga kali setiap tahun, menghadirkan narasumber dari berbagai bidang seperti agama, sosial, politik, dan budaya.

“Forum ini menjadi ruang dialog antarilmu dan antariman. Di sinilah kampus memainkan peran sebagai laboratorium harmoni sosial dan intelektual,” tuturnya.

Kegiatan yang telah berlangsung selama 14 tahun ini terus mendapatkan antusiasme tinggi dari mahasiswa, dosen, dan peneliti. Melalui forum semacam ini, UIN Salatiga meneguhkan diri sebagai perguruan tinggi Islam yang menumbuhkan budaya akademik inklusif—di mana gagasan harmoni otentik tidak berhenti sebagai konsep ilmiah, melainkan diwujudkan dalam perilaku dan interaksi nyata di kehidupan kampus dan masyarakat.***

(Haidir Fitra Siagian) 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Setiap anak terlahir spesial. Mereka dibekali bakat istimewa, yang masi....

Suara Muhammadiyah

11 June 2025

Berita

Lazismu UMY Kembali Kolaborasi RS AMC Muhammadiyah YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Za....

Suara Muhammadiyah

21 December 2024

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Pantai Siung yang terletak di dusun Duwet, desa Purwodadi, kec. Tepu....

Suara Muhammadiyah

19 April 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Gedung AR Fahrudin Lantai V Universitas Muhammadiyah Yogya....

Suara Muhammadiyah

10 September 2023

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - Kabar terkait hal tersebut disampaikan oleh kepala Sekolahnya bernama Ab....

Suara Muhammadiyah

18 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah