YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani, sangat bangga dengan Muhammadiyah. Organisasi Islam yang lahir sejak tahun 1912 ini, makin hari tumbuh dan berkembang dengan kiprah sangat positif.
“Kebesaran Muhammadiyah mungkin kata beberapa catatan adalah organisasi Islam terbesar di dunia dari segi aset,” beber Muzani, Ahad (5/4) saat Silaturahmi Idul Fitri 1447 H PDM Kota Yogyakarta di SM Tower Malioboro.
Sekalipun demikian, Muhammadiyah lantas tidak mekar takaburnya. Tetapi, terus berikhtiar sedemikian rupa mengerahkan seluruh potensinya dalam membangun kehidupan bangsa.
“Tapi itu tidak menyebabkan Muhammadiyah terus jadi sombong,” tekannya.
Muhammadiyah, sambungnya, telah melakukan itu jauh sebelum Indonesia merdeka. Dan, pasca-merdeka, terus menjaga kekokohan eksistensi jatidirinya itu dalam hal ihwal mengurus pendidikan, mengurus kesehatan, mengurus anak terlantar.
“Dan itu dilakukan oleh Muhammadiyah secara ikhlas,” ungkap Muzani.
Dari titik inilah kemudian, Muzani mengajak kepada seluruh pengurus Muhammadiyah dari pusat sampai ranting, untuk menjalankan amanah tersebut dengan sebagaimana semestinya.
“Orang Muhammadiyah terkenal dengan amanah dalam mengemban harta yang dititipkan,” tuturnya.
Lebih-lebih lagi, diingatkan agar hidup bersahaja. Yang hal demikian itulah menjadi pantulan dari tradisi Muhammadiyah sejak dulu.
“Jangan tergoda dengan pragmatisme. Orang Muhammadiyah terkenal dengan orang-orang yang hidup sederhana,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kadang-kadang masih terdapat kepentingan yang bernuansa pragmatis. Maka, upaya untuk menghindari pragmatisme menjadi keniscayaan.
“Kalau kita bisa menghindari pragmatisme, maka kita akan tetap dapat menjaga idealisme. Dan idealisme itu adalah cara kita menjaga kemurnian tujuan perjuangan kita,” tandasnya. (Cris)
