Ibadah Haji dan Persamaan Nilai Kemanusiaan

Suara Muhammadiyah

19 June 2024

1880
Ibadah Haji dan Persamaan Nilai Kemanusiaan

Ibadah Haji dan Persamaan Nilai Kemanusiaan

Ibadah Haji dan Persamaan Nilai Kemanusiaan

Oleh: Alvin Qodri Lazuardy, M. Pd

Ibadah haji merupakan salah satu ritual suci yang diperkenalkan oleh Nabi Ibrahim a.s. sekitar 3.600 tahun yang lalu. Seiring berjalannya waktu, beberapa praktik haji mengalami perubahan hingga akhirnya diluruskan kembali oleh Nabi Muhammad saw. Salah satu aspek penting yang dikoreksi adalah ritual-ritual yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 199, terdapat teguran terhadap sekelompok manusia yang dikenal sebagai al-hummas. Mereka merasa istimewa dan enggan bergabung dengan orang banyak dalam melakukan wuquf di Arafah, sehingga memilih untuk berwuquf di Muzdalifah. Al-Quran mengecam tindakan pemisahan diri ini yang didasari oleh perasaan superioritas, dan melalui ayat tersebut, Allah berfirman: "Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS 2:199). Ayat ini menegaskan pentingnya kesetaraan dan persatuan dalam pelaksanaan ibadah haji.

Meski tidak jelas apakah praktik bergandengan tangan saat thawaf di masa awal sejarah Islam berasal dari ajaran Nabi Ibrahim a.s. untuk mempererat persaudaraan dan rasa persamaan, yang pasti adalah Nabi Muhammad saw. kemudian membatalkannya. Pembatalan ini bukan untuk menghilangkan nilai persaudaraan dan persamaan, tetapi lebih karena alasan praktis dalam pelaksanaan thawaf yang melibatkan banyak orang.

Khutbah Nabi Muhammad saw. pada haji Wada', atau haji perpisahan, menjadi salah satu bukti nyata tentang keterkaitan ibadah haji dengan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam khutbah tersebut, Nabi menekankan beberapa poin penting, yaitu:

1. Persamaan: Menyatakan bahwa semua manusia adalah sama di hadapan Allah, tanpa memandang suku, ras, atau status sosial.
2. Keharusan Memelihara Jiwa, Harta, dan Kehormatan: Menegaskan pentingnya menjaga kehidupan, kekayaan, dan martabat orang lain.
3. Larangan Penindasan dan Pemerasan: Melarang segala bentuk penindasan atau eksploitasi terhadap kaum lemah, baik di bidang ekonomi maupun bidang lainnya.

Ibadah haji, dengan segala ritual dan ajarannya, bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga merupakan pengingat akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi oleh setiap individu. Dalam kesucian ibadah ini, pesan-pesan moral yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. tetap relevan dan menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Manusia Tersesat dalam Makna Al-Fatihah Ayat 6 Oleh: Bayu Madya Chandra, SEI, Pengajar Ponpes Darul....

Suara Muhammadiyah

26 September 2025

Wawasan

Tapak Suci dan Empat Jalan Pengabdiannya Oleh: Yudha Kurniawan (Ketua Pimda 02 Tapak Suci Bantul, b....

Suara Muhammadiyah

10 June 2026

Wawasan

Oleh: Wiwin Lestari  Lokasi geografis yang cukup menantang memang kadang membuat orang lekas m....

Suara Muhammadiyah

20 May 2025

Wawasan

Meluruskan Niat Ziarah Kubur Oleh: Mohammad Fakhrudin Pada bulan Sya’ban (Ruwah: Jawa) di an....

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

Wawasan

Menghindari Perbuatan Menyelidiki Rahasia Tetangga Oleh: Mohammad Fakhrudin Topik kajian “Me....

Suara Muhammadiyah

30 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah