Ikhwan Ahada Dorong Rekatkan Ukhuwah Agar Kehidupan Tidak Goyah

Suara Muhammadiyah

7 April 2025

1304
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Syawalan dan Pamit Haji Keluarga Besar Muahammadiyah Berbah, Sleman, Ahad (6/4) berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Sendangtirto, Berbah. Acara ini menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Muhammad Ikhwan Ahada.

Ikhwan menyampaikan bahwa momen pasca-Idulfitri merupakan saat yang tepat untuk menegaskan pentingnya menjaga tali persaudaraan (ukhuwah). Sebab, menjaga ukhuwah merupakan ajaran yang sangat ditekankan dalam Islam.

"Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk mendekat kepada-Nya, tetapi juga untuk saling mendekat satu sama lain dalam bingkai ukhuwah,” ucapnya.

Ukhuwah menjadi Ukhuwah menjadi medium untuk mempererat hubungan antarsesama dan memperkuat solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat. Dibentangkan Ikhwan, ukhuwah ada banyak ragamanya, salah satunya Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa).

“Ukhuwah jenis ini penting untuk terus dipelihara demi menjaga keutuhan dan harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Terlebih, tidak dapat dipungkiri bahwa di antara sesama warga bangsa terdapat berbagai perbedaan. Tak jarang, perbedaan tersebut memicu perselisihan. Namun, menurut Ikhwan, di sinilah pentingnya sikap arif dan bijaksana untuk ditegakkan.

“Ketika berbuat kesalahan hakikatnya secara universal, mereka akan minta maaf dan kita memaafkan,” jelasnya.

Selain Ukhuwah Wathaniyah, Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, mengetengahkan pula hal ihwal Ukhuwah Basyariyah. Yaitu persaudaraan dalam kemanusiaan yang dikonstruksi tidak atas dasar agama, bahasa, etnis, suku dan golongan, akan tetapi berbasis pada kemanusiaan itu sendiri.

“Maknanya kita semua tetap menjalin hubungan yang baik dengan lingkungan, maka dalam Islam itu tidak diperbolehkan merusak alam ini dengan semena-mena,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga ukhuwah menjadi salah satu dari empat indikator keberhasilan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Keempat indikator tersebut meliputi semangat yang tinggi dalam ibadah (himmatun ‘āliya(tun) bil ‘ibādah), penyucian jiwa (bi tazkiyatin nufūs), amal perbuatan (bil ‘amal), dan kebersamaan (bil jamā‘ah). (Nad/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka Milad ke 113 Tahun Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Muhamma....

Suara Muhammadiyah

15 November 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menerima kunjungan Ketua ....

Suara Muhammadiyah

22 April 2026

Berita

SUBANG, Suara Muhammadiyah – Di balik sosok bersahaja Muchamad Arief Mulyadi SHI, tersimpan se....

Suara Muhammadiyah

17 June 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Indonesia tengah berada dalam dinamika yang genting. Di berbagai ....

Suara Muhammadiyah

1 September 2025

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Prof. Gunaw....

Suara Muhammadiyah

27 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah