Ilmu Bukan untuk Diri Sendiri, Mesti Disemai demi Kemaslahatan Bersama

Suara Muhammadiyah

22 October 2026

53
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Abyan

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Abyan

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Mengenyam pendidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) mestinya bersyukur dan bangga. Kenapa? Selain sebagai pelopor dalam pengembangan pendidikan tinggi, PTMA telah mendapat kepercayaan (trust) dari masyarakat secara luas.

“Artinya bahwa anda berada di institusi pendidikan yang mapan, yang punya nama, dan sekaligus juga punya kepercayaan,” ujar Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Di samping itu, perlu juga memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk menyongsong masa depan. Dan lebih jauh lagi, merancang kemaslahatan untuk orang banyak.

“Ilmu kita dan apa yang kita miliki, tidak untuk diri kita. Jika kita menjadi orang beriman apa pun agamanya, tapi untuk memberi dan menebar kebajikan, kemaslahatan, keluhuran, keutamaan bagi hajat hidup orang banyak,” terang Haedar.

Bagi orang berilmu, memandang kemanfataan itu memiliki value (nilai) yang melampaui. Dengan begitu, mampu mengetahui sisi-sisi kehidupan secara komprehensif.

“Ilmu mengajarkan kita agar dengan sistem pengetahuan yang kita miliki, kita tahu benar-salah, kita tahu baik-buru, kita tahu pantas-tidak pantas, dan dampak dari semua yang kita lakukan dalam hidup ini,” ujarnya.

Itulah yang diajarkan oleh ilmu. Demikian tekan Haedar, Kamis (22/10) saat Milad ke-5 dan Wisuda Sarjana SiberMu TA 2026/2027 di Sedayu, Bantul. “Sebaliknya, kalau kita bertindak tanpa ilmu, sebatas kepraktisan itulah apa yang kita lakukan,” menggarisbawahi lebih lanjut.

Sekalipun begitu, dengan gamblangnya agama mengajarkan, Wala taqfu ma laysa laka bihi AAilmun, "Janganlah kamu mengejar sesuatu yang tidak kamu ketahui."(pangkal Qs al-Isra ayat 36). Nukilan ayat itu menjadi basis fundamental bagi para siswa dan mahasiswa dalam mengais ilmu.

“innas-sam'a wal-baṣara wal-fu`āda kullu ulā`ika kāna 'an-hu mas`ụlā, 'Penglihatan kita, pendengaran kita, dan qalbu (hati kita), itu akan diminta pertanggung jawaban',” ucap Pemimpin Redaksi Suara Muhammadiyah itu, menukil sambungan redaksi surah ke-17 tersebut. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Seleksi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445 H / 2....

Suara Muhammadiyah

26 January 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof.DR.HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan kegia....

Suara Muhammadiyah

19 September 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Sosok Fifit Nurmalasari, mahasiswa prodi Pendidikan Islam Anak U....

Suara Muhammadiyah

20 November 2025

Berita

Secretary General AIPA, H. E. Dr. Chem Widhya YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Generasi muda A....

Suara Muhammadiyah

2 July 2026

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Sejumlah mahasiswa dan dosen program studi (prodi) S1 Kebidanan Universi....

Suara Muhammadiyah

5 August 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah