Ilmu Harus Disebarkan secara Luas, Bukan Hanya di Laboratorium dan Ruang Kelas

Suara Muhammadiyah

25 June 2026

126
Dr Apt Hj Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Cris

Dr Apt Hj Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Cris

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Spirit menuntut ilmu meniscayakan bagian fundamental dalam kehidupan. Demikian diaksentuasikan dalam ajaran Islam, sebagaimana tertuang di Qs al-Mujadilah ayat 11.

Menurut Salmah Orbayinah, keuntungan orang yang menuntut ilmu akan ditingkatkan derajatnya oleh Allah SwT. Begitulah dikemukakan Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah tersebut.

"Tentunya ayat ini menegaskan kemuliaan ilmu itu tentunya bukan sekadar gelar," katanya. 

Meski demikian, hal itu penting, tetapi, bagi Salmah adalah bagaimana upaya mengejawantahkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

"llmu harus menjadi kekuatan transformasi sosial," tegasnya di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Kampus Terpadu Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), Kamis (25/6) saat Orasi Ilmiah Guru Besar.

Hal itu berpokok pangkal dari perspektif 'Aisyiyah. Disebut Salmah, ilmu tidak boleh berhenti di dalam ruang kelas, laboratorium, dan jurnal ilmiah, tapi mesti meluas secara universal.

"Tentunya ilmu harus hadir di tengah masyarakat. Apalagi gelar profesor adalah gelar yang paling tinggi, ilmunya sudah spesifik," ujarnya.

Di situlah Salmah mendorong kepada dosen, lebih khusus lagi, dua guru besar yang dikukuhkan; Andari Wuri Astuti (Guru Besar Ilmu Kebidanan (Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan Berbasis Bukti) dan Wantonoro (Guru Besar Ilmu Keperawatan (Long term care) untuk lebih masif lagi menyebarluaskan ilmu yang telah diperoleh.

"Tentunya menjadi pemimpin ilmuwan semaunya di Unisa ini untuk kemudian mendarmabaktikan apa yang sudah didapatkan ini untuk kepentingan masyarakat banyak," tegasnya.

Secara khusus, keilmuan yang diraih oleh dua guru besar itu; kebidanan dan keperawatan, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena saling berkelindan.

"Keduanya menggabungkan antara kecerdasan intelektual, ketelitian ilmiah, dan juga nilai-nilai kemanusiaan," bebernya.

Bahkan, kedua prodi tersebut, disebut Salmah sangat mulia. Kenapa dikemukakan seperti itu? 

"Sejak awal sudah menyentuh nilai-nilai kemanusiaan tentunya dipraktikkan berdasarkan dari ilmu yang diraih," tambahnya.

Sehingga di sinilah menjadi penting bagi para akademisi, khususnya guru besar, untuk memastikan bahwa ilmu yang dikembangkan tidak berhenti sebagai capaian akademik semata, melainkan mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul (PKU Bantul) mentasyarufkan Paket R....

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pendekatan restorative justice (keadilan restoratif) menjadi sal....

Suara Muhammadiyah

13 December 2024

Berita

MUNTILAN, Suara Muhammadiyah – Ratusan siswa, guru, dan karyawan SD Muhammadiyah Gunungpring (....

Suara Muhammadiyah

16 December 2025

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati milad Nasyiatul Aisyiyah (NA) ke 93, Pi....

Suara Muhammadiyah

27 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyam....

Suara Muhammadiyah

18 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah