Gelar Workshop Kurikulum, UMJ Siap Terima Pelajar Asal Malaysia

Suara Muhammadiyah

13 August 2024

1289
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melaksanakan Workshop Kurikulum Kedokteran dan Non Kedokteran bersama TBA Capital Malaysia di Gedung Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) UMJ. Workshop berlangsung selama dua hari sejak Senin hingga Selasa (12-13/08/2024).

Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, M.Si. menyamapaikan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka persiapan penerimaan mahasiswa baru asal Malaysia.

Ini sebagai tindak lanjut kerja sama yang disepakati UMJ dengan Excomplience SDN BHD, TBA Capital, dan Koperasi Akademi Binaan Malaysia Wilayah Utara Berhad pada akhir Juni 2024.

Sebagaimana aturan dari Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, perguruan tinggi penerima mahasiswa asal Malaysia harus menggunakan kurikulum sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Ma’mun menegaskan, kegiatan itu penting bagi dekan dan kaprodi khususnya karena banyak pelajar Malaysia yang kuliah kedokteran di wilayah Eropa, Timur Tengah, bahkan Asia Selatan.

“Di Indonesia, baru dua perguruan tinggi yang mendapat pengakuan Malaysia. Maka kami berharap, UMJ menjadi kampus ketiga yang mendapat rekognisi dari Malaysia,” ungkap Ma’mun.

Ia mengatakan, UMJ dapat menerima 50 hingga 100 pelajar dari Malaysia di Prodi Kedokteran.

Ketua Lembaga Pengembangan, Pendidikan, Pengajaran, dan Perencanaan Strategis (LP4S) UMJ Prof. Dr. Budiyanto, S.T., M.T., menerangkan, selama dua hari workshop, dekan dan ketua prodi khususnya akan menyusun proposal sesuai ketentuan dari Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia.

“Kurikulum dan programnya harus jelas sehingga UMJ bisa internasionalisasi. Sekalipun belum ada kelas internasional, tapi mahasiswa asing boleh kuliah di sini. Insyallah akan dibuka kelas internasional,” kata Budi seusai acara.

Workshop Kurikulum Kedokteran dan Non Kedokteran ditujukan bagi 7 fakultas yaitu FISIP, FEB, FAI, FIP, FIK, FKK, FKM, dan Sekolah Pascasarjana. Budi mengatakan ini bagian dari internasionalisasi UMJ dan diharapkan segera dibuka kelas internasional.

Hadir tiga narasumber dari TBA Capital Malaysia yaitu Mohd Ali Anas Md. Noor, Mohammad Erhan Rahimi Bin Ab Rahman, dan Hasanul Amir bin Abdul Halim.

Mohd. Ali Anas Md. Noor memberikan pengarahan tentang materi proposal yang harus disiapkan oleh seluruh fakultas yang terlibat. Ia menerangkan, biasanya proposal bagi fakultas yang berkaitan dengan ilmu kesehatan memakan waktu lebih lama hingga 18 bulan.

 Namun menurutnya, persyaratan yang ditetapkan tidak begitu sulit. “Tidak begitu sukar namun sekiranya pihak UMJ dapat memenuhi kriteria dan standar yang ditetapkan oleh Malaysia. Saya yakin akan dapat izin,” katanya.

Ia juga berharap seluruh fakultas berkomitmen penuh mempersiapkan proposal supaya dapat segera dibawa ke Malaysia.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Impian terbesar bangsa Indonesia adalah terciptanya negeri yang s....

Suara Muhammadiyah

12 May 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah –  Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Utara menerima audiensi P....

Suara Muhammadiyah

21 September 2023

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Mengawali tahun 2024, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMS....

Suara Muhammadiyah

24 January 2024

Berita

MAROS, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka merayakan Syawalan, Lazismu Sulsel menggelar acara di Maros....

Suara Muhammadiyah

10 May 2024

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui Unit Kegiatan Ma....

Suara Muhammadiyah

13 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah