BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Agung Tirta Wibawa mengatakan bahwa pihaknya menargetkan Prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung meraih akreditasi unggul melalui penguatan kualitas akademik, relevansi kurikulum, serta kolaborasi yang lebih erat dengan dunia industri.
Komitmen tersebut disampaikannya usai resmi menerima amanah sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi UM Bandung menggantikan Euis Evi Puspitasari. Serah terima jabatan berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga kampus UM Bandung, Kamis (04/06/2026).
Menurut Agung, peningkatan mutu program studi harus dilakukan secara menyeluruh agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Oleh karena itu, penguatan kualitas pembelajaran dan keterhubungan dengan sektor industri menjadi agenda utama yang akan dijalankan pada masa kepemimpinannya.
“Ke depan, kami memiliki visi agar Ilmu Komunikasi menjadi program studi yang berakreditasi unggul. Tidak hanya itu, saya juga akan membentuk Badan Usaha Milik Prodi atau BUMP sebagai wadah pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus ruang implementasi dari tagline kampus technopreneurial sebagai prodi yang memiliki ruang pengembangan bisnis,” ujar Agung.
Dia menjelaskan, keberadaan BUMP diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan profesional sekaligus memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola dan mengembangkan usaha di bidang komunikasi dan media.
Selain menjadi momentum pergantian kepemimpinan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang penguatan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri. Pada kesempatan yang sama, Prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Penta Arena Nusantara.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antara kampus dan dunia usaha. Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berkomitmen membuka peluang pengembangan kompetensi mahasiswa, program magang industri, penguatan ekosistem media dan komunikasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Direktur PT Penta Arena Nusantara Zulfikar Hubullah menegaskan bahwa hubungan antara perguruan tinggi dan industri harus semakin diperkuat di tengah perubahan ekonomi global dan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
“Industri dan kampus harus berjalan beriringan, tidak boleh masing-masing. Realitanya perubahan begitu cepat. Kampus harus mampu membaca kebutuhan industri agar lulusan yang dihasilkan benar-benar relevan,” ujar Zulfikar.
Dia juga menyoroti kondisi ekonomi global yang dinilai akan berdampak terhadap berbagai sektor industri nasional. Oleh karena itu, perguruan tinggi dituntut untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.
“Hari ini nilai tukar dolar terhadap rupiah tembus Rp18 ribu, hampir semua sektor industri akan terdampak. Oleh karena itu, kampus harus menyiapkan SDM yang relevan, adaptif, dan siap berhadapan langsung dengan tantangan industri,” pungkasnya.
Melalui penandatanganan nota kesepahaman tersebut, PT Penta Arena Nusantara dan Prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung berharap dapat membangun ekosistem kolaboratif yang tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik. Namun, menghasilkan lulusan yang kompetitif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan industri masa depan.*

