IMBS Miftahul Ulum Pekajangan Cetak Kader Unggul Berkompetensi Global

Suara Muhammadiyah

2 May 2026

340
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Amaliyah Tadris menjadi salah satu agenda penting bagi santri kelas akhir di IMBS Miftahul Ulum Pekajangan. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pembekalan akhir bagi para kader sebelum terjun ke masa pengabdian, baik di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah maupun di tengah masyarakat luas. Lebih dari sekadar praktik mengajar, Amaliyah Tadris menjadi ruang aktualisasi kemampuan akademik, bahasa, serta kepercayaan diri santri.

Pada pelaksanaan perdananya, dua santri tampil sebagai pengajar dengan menggunakan bahasa asing secara penuh. Muhammad Hasbi Ramdhani menyampaikan materi muthalaah dalam bahasa Arab, sementara Cahaya Inas Kamila membawakan pembelajaran bahasa Inggris dengan metode komunikatif. Penggunaan bahasa Arab dan Inggris secara utuh ini mencerminkan standar kompetensi yang ditanamkan oleh pesantren, sekaligus menjadi indikator kesiapan santri dalam menghadapi tantangan global. Bahasa merupakan alat untuk berdakwah yang mampu menjangkau berbagai kalangan lintas negara, sehingga penguasaan bahasa asing menjadi bekal strategis bagi para santri dalam menyampaikan nilai-nilai Islam secara lebih luas dan inklusif.

Kegiatan ini diikuti oleh 69 kader tingkat akhir, serta didampingi oleh seluruh musyrif dan musyrifah pembimbing dari masing-masing mata pelajaran. Kehadiran jajaran pimpinan IMBS Miftahul Ulum Pekajangan turut memberikan dukungan moral sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan, sehingga kualitas pembelajaran yang ditampilkan dapat terus ditingkatkan.

Sebagai salah satu pondok pesantren Muhammadiyah yang besar dan bersejarah di Kabupaten Pekalongan, IMBS Miftahul Ulum memiliki komitmen kuat dalam membentuk kader yang tidak hanya unggul dalam ilmu keislaman, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Penggunaan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa komunikasi sehari-hari menjadi ciri khas yang memperkuat identitas tersebut.

Melalui Amaliyah Tadris, santri tidak hanya diuji dalam penguasaan materi, tetapi juga dalam kemampuan menyampaikan ilmu secara efektif dan inspiratif. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses pendidikan di pesantren tidak berhenti pada teori, melainkan diarahkan pada praktik nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, Amaliyah Tadris bukan hanya agenda seremonial, melainkan sebuah langkah strategis dalam mencetak generasi pendidik dan dai yang siap mengabdi, berdaya saing, dan membawa nilai-nilai Islam berkemajuan ke tengah kehidupan umat. (Khulanah) 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Maccini dan Malimongan Baru (Mimba....

Suara Muhammadiyah

15 October 2023

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Velynmiro Lanfelix Putra, Mahasiswa Manajemen S1 Fakultas Ekonomi dan....

Suara Muhammadiyah

8 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kehadiran tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Sina (ilmuwan kedokt....

Suara Muhammadiyah

9 March 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surakarta menggelar puncak perin....

Suara Muhammadiyah

26 May 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fenomena Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) seringkali terjad....

Suara Muhammadiyah

27 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah