Islam Agama Mencerahkan, Perangai Umat Harus Memberikan Keteladanan

Suara Muhammadiyah

18 October 2026

188
dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes. Foto: Cris

dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes. Foto: Cris

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Kehidupan umat Islam harus semakin tercerahkan. Sebab, hal tersebut menjadi tarikan napas semangat dari agama Islam itu sendiri, yakni Islam agama yang mencerahkan. Demikian Agus Taufiqurrahman mengemukakan.

“Islam seharusnya mencerahkan. Jika umat Islam semakin tercerahkan dan maju, Indonesia pun diharapkan menjadi semakin baik,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Fakta di lapangan menampakkan kontradiksi. Umat Islam belum tampak hidupnya tercerahkan. Akar tunjangnya karena laku umat Islam itu sendiri yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

“Ajaran Islam sangat luhur. Akan tetapi, kemuliaan Islam dapat tertutupi oleh perilaku umat Islam yang tidak sesuai dengan tuntunan agama,” jelasnya, Ahad (18/10) saat Tabligh Akbar Ahad Pon PCM/PCA Banguntapan Selatan-Utara di Lapangan Jambidan, Banguntapan, Bantul.

Bukti empiris memperlihatkan, laku umat Islam saat ini jauh panggang dari api. “Ada orang Islam tertangkap karena korupsi,” ungkapnya. Jelaslah hal itu Islam tidak menghendaki laku demikian.

“Korupsi merupakan pelanggaran terhadap amanah. Orang beriman harus menjaga amanah dan berlaku jujur,” tegas Agus.

Di samping, hal fundamental menyangkut kebersihan. “Islam mengajarkan kebersihan,” ucapnya. Jika orang Islam tidak menjaga kebersihan, kata Agus, denyut nadi kehidupannya belum mencerminkan ajaran Islam.  

“Ajaran agama semestinya diterapkan dalam kehidupan nyata,” tekannya.

Bahkan ketika bertemu orang lain, seorang Muslim dianjurkan menampilkan wajah yang ramah dan tersenyum. Jika ajaran Islam dipraktikkan secara baik, di situlah menjadi pantulan keteladanan yang menginspirasi banyak orang lain.

“Ada cerita tentang sebuah keluarga yang tertarik masuk Islam karena melihat tetangganya yang Muslim selalu tampak bahagia ketika berangkat ke masjid,” beber Agus.

Alasan kuat memilih masuk Islam disebut Agus dalam cuilan cerita itu, karena beribadah dan menjadi Muslim, vibrasi kehidupannya itu selalu yang muncul rasa bungah dan bahagia.

“Karena itu, umat Islam perlu menunjukkan akhlak yang mencerahkan agar Islam benar-benar dirasakan sebagai rahmat dan kebaikan,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Gorontalo kembali menegaskan komitmennya dalam memperku....

Suara Muhammadiyah

30 January 2026

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto, menyampaik....

Suara Muhammadiyah

14 November 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - MPLS SMP UMP 2024 hadir dengan nuansa baru. Selain siswa lokal, tah....

Suara Muhammadiyah

22 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Konsolidasi menempati posisi sangat penting dalam banyak hal. Untuk....

Suara Muhammadiyah

28 October 2023

Berita

NTT, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhamm....

Suara Muhammadiyah

15 August 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah