Isu Super Flu Mengemuka, Ini Pesan Menkes dan Ketum Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

8 January 2026

797
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi dan Menteri Kesehatan RI Ir Budi Gunadi Sadikin, CHFC., CLU. Foto: Abyan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi dan Menteri Kesehatan RI Ir Budi Gunadi Sadikin, CHFC., CLU. Foto: Abyan

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Masyarakat Indonesia saat ini tengah dikejutkan dengan munculnya Super Flu (virus influenza A (H3N2) subclade K. Merespons hal ini, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menggarisbawahi, virus ini bukan merupakan virus baru seperti Covid-19, namun pada dasarnya hanya flu biasa.

“Dia bukan virus baru kayak Covid-19,” beber Menkes di sela-sela launching Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Kamis (8/1) di Auditorium Kampus 1 Unimma, Tidar, Magelang, Jawa Tengah.

Menkes Budi menjelaskan, virus itu nama populernya adalah Influenza A. “Ini ada varian K,” tuturnya.

Menurutnya, Influenza A (H3N2) sudah lama beredar. Dan sampai sekarang, tidak menimbulkan dampak serius. “Jadi sampai sekarang tidak ada yang meninggal (karena virus ini),” ungkapnya.

Pada saat yang sama, Menkes Budi meminta masyarakat tidak panik dengan kemunculan virus ini. Namun, di satu sisi, juga tetap waspada seraya menjaga kesehatan secara saksama.

“Bukan suatu yang benar-benar mengerikan,” tegas Menkes Budi.

Pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Serupa itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tenang dalam merespons munculnya virus tersebut. Dengan pengalaman menghadapi Covid-19, menjadi modal dalam menyikapi kejadian ini.

"Kita punya pengalaman menghadapi Covid-19 yang sangat berat. Yang paling penting adalah sikap preventif harus ditingkatkan dan budaya sehat masyarakat harus ditingkatkan," terangnya.

Lebih-lebih posisi Indonesia berada di wilayah tropis. “Yang sering bersahabat dengan flu. Saya yakin imunitas yang harus ditingkatkan di masyarakat,” sebut Haedar.

Dalam konteks kehidupan sosial, Haedar berpesan agar kemunculan virus ini tidak dibangun persepsi panik dan berlebihan secara melampaui. “Nanti bisa menjadi kisruh, tidak rasional dalam menghadapinya,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah — Pelantikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dan Pimpin....

Suara Muhammadiyah

15 November 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 455 orang tua murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kot....

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Saad Ibrahim, membuka secara resmi ....

Suara Muhammadiyah

8 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Hari Sabtu (5/10), Lazismu UMY kembali memberikan beasiswa kep....

Suara Muhammadiyah

7 October 2024

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Di era serba digital, akses terhadap kitab hadis kini tak lagi ha....

Suara Muhammadiyah

19 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah