Isu Super Flu Mengemuka, Ini Pesan Menkes dan Ketum Muhammadiyah

Publish

8 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
449
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi dan Menteri Kesehatan RI Ir Budi Gunadi Sadikin, CHFC., CLU. Foto: Abyan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi dan Menteri Kesehatan RI Ir Budi Gunadi Sadikin, CHFC., CLU. Foto: Abyan

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Masyarakat Indonesia saat ini tengah dikejutkan dengan munculnya Super Flu (virus influenza A (H3N2) subclade K. Merespons hal ini, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menggarisbawahi, virus ini bukan merupakan virus baru seperti Covid-19, namun pada dasarnya hanya flu biasa.

“Dia bukan virus baru kayak Covid-19,” beber Menkes di sela-sela launching Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Kamis (8/1) di Auditorium Kampus 1 Unimma, Tidar, Magelang, Jawa Tengah.

Menkes Budi menjelaskan, virus itu nama populernya adalah Influenza A. “Ini ada varian K,” tuturnya.

Menurutnya, Influenza A (H3N2) sudah lama beredar. Dan sampai sekarang, tidak menimbulkan dampak serius. “Jadi sampai sekarang tidak ada yang meninggal (karena virus ini),” ungkapnya.

Pada saat yang sama, Menkes Budi meminta masyarakat tidak panik dengan kemunculan virus ini. Namun, di satu sisi, juga tetap waspada seraya menjaga kesehatan secara saksama.

“Bukan suatu yang benar-benar mengerikan,” tegas Menkes Budi.

Pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Serupa itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tenang dalam merespons munculnya virus tersebut. Dengan pengalaman menghadapi Covid-19, menjadi modal dalam menyikapi kejadian ini.

"Kita punya pengalaman menghadapi Covid-19 yang sangat berat. Yang paling penting adalah sikap preventif harus ditingkatkan dan budaya sehat masyarakat harus ditingkatkan," terangnya.

Lebih-lebih posisi Indonesia berada di wilayah tropis. “Yang sering bersahabat dengan flu. Saya yakin imunitas yang harus ditingkatkan di masyarakat,” sebut Haedar.

Dalam konteks kehidupan sosial, Haedar berpesan agar kemunculan virus ini tidak dibangun persepsi panik dan berlebihan secara melampaui. “Nanti bisa menjadi kisruh, tidak rasional dalam menghadapinya,” tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

REDELONG, Suara Muhammadiyah - Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Takengon Aceh Tengah dan Mahka....

Suara Muhammadiyah

4 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yo....

Suara Muhammadiyah

7 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Nahkoda baru Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Mas....

Suara Muhammadiyah

23 January 2026

Berita

MANGGARAI TIMUR, Suara Muhammadiyah - Siswa-siswi kelas IX MTsN Manggarai Timur tampak antusias....

Suara Muhammadiyah

16 April 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resm....

Suara Muhammadiyah

17 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah