Isu Super Flu Mengemuka, Ini Pesan Menkes dan Ketum Muhammadiyah

Publish

8 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
259
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi dan Menteri Kesehatan RI Ir Budi Gunadi Sadikin, CHFC., CLU. Foto: Abyan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi dan Menteri Kesehatan RI Ir Budi Gunadi Sadikin, CHFC., CLU. Foto: Abyan

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Masyarakat Indonesia saat ini tengah dikejutkan dengan munculnya Super Flu (virus influenza A (H3N2) subclade K. Merespons hal ini, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menggarisbawahi, virus ini bukan merupakan virus baru seperti Covid-19, namun pada dasarnya hanya flu biasa.

“Dia bukan virus baru kayak Covid-19,” beber Menkes di sela-sela launching Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Kamis (8/1) di Auditorium Kampus 1 Unimma, Tidar, Magelang, Jawa Tengah.

Menkes Budi menjelaskan, virus itu nama populernya adalah Influenza A. “Ini ada varian K,” tuturnya.

Menurutnya, Influenza A (H3N2) sudah lama beredar. Dan sampai sekarang, tidak menimbulkan dampak serius. “Jadi sampai sekarang tidak ada yang meninggal (karena virus ini),” ungkapnya.

Pada saat yang sama, Menkes Budi meminta masyarakat tidak panik dengan kemunculan virus ini. Namun, di satu sisi, juga tetap waspada seraya menjaga kesehatan secara saksama.

“Bukan suatu yang benar-benar mengerikan,” tegas Menkes Budi.

Pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Serupa itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tenang dalam merespons munculnya virus tersebut. Dengan pengalaman menghadapi Covid-19, menjadi modal dalam menyikapi kejadian ini.

"Kita punya pengalaman menghadapi Covid-19 yang sangat berat. Yang paling penting adalah sikap preventif harus ditingkatkan dan budaya sehat masyarakat harus ditingkatkan," terangnya.

Lebih-lebih posisi Indonesia berada di wilayah tropis. “Yang sering bersahabat dengan flu. Saya yakin imunitas yang harus ditingkatkan di masyarakat,” sebut Haedar.

Dalam konteks kehidupan sosial, Haedar berpesan agar kemunculan virus ini tidak dibangun persepsi panik dan berlebihan secara melampaui. “Nanti bisa menjadi kisruh, tidak rasional dalam menghadapinya,” tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) bekerja sama dengan Densus 88....

Suara Muhammadiyah

20 July 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menekankan bebera....

Suara Muhammadiyah

11 July 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Bertempat di Auditorium Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) P....

Suara Muhammadiyah

8 November 2024

Berita

Perlu Skill Sosial yang Unggul dalam Memajukan dan Membangun Peradaban Bangsa Indonesia JAKARTA, Su....

Suara Muhammadiyah

28 December 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Setelah resmi dibuka program bertajuk "Balik Kerja Bareng BPKH ....

Suara Muhammadiyah

14 April 2024