YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam semarak Hari Raya Idul Adha 1447 H, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan Berbagi Kebajikan Bersama Jaringan Akar Rumput Muhammadiyah, Sabtu (30/5) di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.
“Ini adalah kurban bersama yang ke 4 kalinya,” ujar Muhammad Nurul Yamin, Ketua MPM PP Muhammadiyah, menyebut penerima yang hadir sekira 600 kelompok.
“Dampingan dari DIY dan sekitarnya,” ucap Yamin, yang jumlah itu mencakup dari 11 kelompok di DIY dan Jawa Tengah.
Yamin menyebut, penyembelihan tahun ini dipusatkan di rumah pemotongan hewan (RPH) milik pemerintah. Dengan pertimbangan karena jumlah hewan kurban tahun ini cukup banyak.
“Ada 54 ekor kambing, dan 8 ekor sapi yang merupakan hewan kurban dari mitra-mitra MPM PP Muhammadiyah,” sebutnya, menguatkan secara keseluruhan, ada 650 paket dari penyembelihan hewan kurban ini. “Disalurkan kepada dampingan MPM PP Muhammadiyah,” imbuh Yamin lagi.
Yamin menilai, kepercayaan masyarakat untuk penyaluran hewan kurban kepada MPM PP Muhammadiyah semakin meningkat. “Penyaluran hewan kurban ini juga kita kirim ke daerah 3T,” bebernya. Mengerucutkan, yakni di Papua Barat Daya dan Nusa Tenggara Timur.
“Di Papua Barat Daya kita kirim di Kampung Kokoda dan di Pulau Arar. Kedua titik ini kami bekerja sama dengan Unimuda (Universitas Pendidikan Muhammadiyah) Sorong,” terang Yamin.
Dan, di Nusa Tenggara Timur, dikirim di Desa Tli’u, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan. “Kami bekerja sama dengan PWM Nusa Tenggara Timur. Dengan demikian, distribusi ini semakin meningkat,” tuturnya.
Pada saat yang sama, Yamin menyebut bahwa keterlibatan para pengelola penyembelihan hewan kurban dampingan MPM PP Muhammadiyah bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai subjek aktif dalam kegiatan penyembelihan tersebut.
“Kami ingin menempatkan para dampingan ini sebagai subjek di dalam setiap aktivitas yang diikutinya, termasuk kurban ini,” terangnya.
Rektor UAD Yogyakarta Muchlas berharap penyaluran hewan kurban ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dampingan MPM PP Muhammadiyah.
“Karena hakikat Idul Kurban yang sesungguhnya adalah bagaimana bisa membangkitkan rasa persaudaraan dan solidaritas sosial, sehingga bagi mereka shohibul kurban yang mampu membeli hewan kurban, itu bisa melaksanakan kurban, dan kita semua bisa ikut berbahagia,” katanya.
Sekretaris PWM DIY Arif Jamali Muis menyebut, Muhammadiyah hadir bersama dengan masyarakat untuk bangkit bersama dari senarai persoalan yang terjadi di akar rumput. “Dan memberikan solusi secara nyata,” bebernya. (Cris)

