YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dakwah Muhammadiyah saat ini spektrumnya diperluas. Selain Pendidikan dan kesehatan, saat ini bertungkus lumus menggarap di sektor perekonomian. Demikian Deni Asy’ari mengemukakan.
“Peluang dan potensi ekonomi di Persyarikatan kita ini sangat luar biasa, sangat super luar biasa,” bebernya, yang demikian itu menjadi inspirasi bagi kader IMM hari ini untuk masuk pada ranah dakwah tersebut.
“Menjadi bagian dari ranah dakwah ekonomi kita,” terangnya, Senin (24/8) saat pengukuhan pengurus Fokal IMM DIY 2026-2031 di SM Tower Malioboro.
Ketua Umum Fokal IMM DIY itu menyingkap, potensi yang sedemikian besarnya ini ternyata belum bisa dimanfaatkan dengan maksimal.
“Kita hanya berada pada titik konsumen belum mampu beranjak pada ranah produsen. Kita hanya penikmat bukan pelaku dari ekonomi,” tegasnya.
Karena itu, Deni mengajak kepada segenap kader IMM perlu bergerak serempak untuk mengoptimalkan potensi tersebut bagi kemajuan IMM dan Persyarikatan. “Kita menjadi bagian penguat fondasi ekonomi yang ada di Persyarikatan Muhammadiyah,” tegasnya lagi.
Menurutnya, ada banyak titik strategis yang menjadi kans untuk memaksimalkan dakwah ekonomi tersebut. “Bayangkan kalau Fokal IMM menjadi penggerak ekonomi,” ujarnya.
Apa yang terjadi? Proyeksinya, akan lahir sebuah kekuatan ekonomi yang tidak hanya menopang kemandirian kader, tetapi juga memperkuat gerakan dakwah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan melalui semangat baru kita ini mari sama-sama kita mulai bahwa kita tidak sekedar penonton, bahwa kita tidak sekedar konsumen tetapi kita adalah pelaku dan penggerak yang akan menentukan ekonomi dan yang akan menentukan siapa pemimpin di republik ini,” tekan Deni.
Bersamaan dengan itu, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah itu mengemukakan, Fokal IMM DIY ke depan juga akan fokus untuk mengembangkan klaster-klaster profesi kader.
“Kita akan membuat circle-circle profesi dengan berbagai keahlian dan kemampuan sebagai bagian dari kontribusi Fokal IMM untuk Persyarikatan dan bangsa ini,” pungkasnya. (Cris)

