Jembatan Ilmu UMY–Sydney Lewat Community Service Internasional

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
93
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SYDNEY, Suara Muhammadiyah – Sebagai wujud nyata komitmen dalam mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi di kancah global, delegasi dosen dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sukses menyelenggarakan program Community Service di The University of Sydney pada Rabu (29/04).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sharing session ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Prof. Bandana Saini, seorang profesor terkemuka di bidang Farmasi dari The University of Sydney. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam dan dukungan penuh atas inisiatif ini. Prof. Bandana Saini juga menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dikembangkan dan dikolaborasikan dengan Sydney Southeast Asia Centre (SSEAC) guna memperkuat dampak positif bagi komunitas akademik maupun masyarakat luas di kawasan Asia Tenggara.

Meningkatkan Kesadaran Mahasiswa Asing terhadap Risiko Kesehatan

Sesi pertama mengusung tema "Strengthening Traveller Health Preparedness for Academic Mobility to Indonesia", yang dibawakan secara interaktif oleh dr. Farindira Vesti Rahmasari, M.Sc., Ph.D. Sesi ini dirancang khusus untuk mengedukasi sekaligus menggali data mengenai persepsi dan kesiapsiagaan mahasiswa maupun staf The University of Sydney yang akan melakukan perjalanan akademik ke Indonesia.

Persepsi Risiko Keamanan: Menggali pandangan peserta mengenai risiko penyakit endemik dan kesehatan lingkungan di Indonesia, seperti demam berdarah (dengue), diare, keamanan pangan, dan status vaksinasi.
Perubahan Pemahaman: Mengidentifikasi wawasan baru yang diperoleh peserta setelah mendapatkan edukasi kesehatan perjalanan.

Sikap dan Niat Perilaku (Preparedness Intention): Menilai komitmen peserta dalam mempersiapkan kesehatan sebelum keberangkatan, termasuk pengecekan vaksinasi dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.
Identifikasi Hambatan: Memetakan kendala potensial seperti faktor biaya, akses informasi, hingga tingkat kesadaran dasar pelajar internasional.

Data yang terkumpul dalam sesi ini akan menjadi landasan penting dalam menyempurnakan program panduan persiapan kesehatan bagi mahasiswa internasional di masa depan.

Memperkenalkan Obat Tradisional Indonesia untuk Penyakit Kronis

Melengkapi sesi kesehatan perjalanan, pakar farmasi dari FKIK UMY, apt. Aris Widayati, Ph.D., memaparkan materi bertajuk "Introducing Indonesian Traditional Medicines for Chronic Diseases".

Dalam sesi ini, apt. Aris Widayati memperkenalkan kekayaan alam dan kearifan lokal Indonesia melalui penggunaan obat-obatan tradisional, khususnya dalam manajemen penanganan penyakit kronis. Paparan ini membuka ruang diskusi lintas budaya yang menarik mengenai bagaimana pengobatan tradisional Indonesia dapat dikaji secara ilmiah. Diskusi juga menyoroti potensi pemanfaatannya yang aman dan efektif di komunitas, baik sebagai terapi pendamping maupun alternatif rasional terhadap obat-obatan kimia sintetis dalam jangka panjang.

Antusiasme peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa The University of Sydney menunjukkan pentingnya pertukaran ilmu pengetahuan lintas negara. Melalui dukungan kuat dari Prof. Bandana Saini dan SSEAC, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi berbagai kolaborasi riset dan pengabdian internasional yang lebih luas antara UMY dan The University of Sydney.

ENGLISH VERSION

SYDNEY, Suara Muhammadiyah – As a tangible manifestation of its commitment to implementing the higher education Tri-Dharma on a global scale, a delegation of lecturers from the Faculty of Medicine and Health Sciences (FKIK) at Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) successfully held a Community Service program at The University of Sydney on Wednesday (29/04).

The event, structured as a sharing session, was the result of a strategic collaboration with Prof. Bandana Saini, a prominent professor in the Faculty of Pharmacy at The University of Sydney. She expressed her deep appreciation and full support for this initiative. Prof. Bandana Saini also emphasized that similar activities will continue to be developed and collaborated on with the Sydney Southeast Asia Centre (SSEAC) to strengthen the positive impact on the academic community and the wider society in the Southeast Asian region.

Raising International Students' Awareness of Health Risks

The first session featured the theme "Strengthening Traveller Health Preparedness for Academic Mobility to Indonesia," delivered interactively by dr. Farindira Vesti Rahmasari, M.Sc., Ph.D. This session was specifically designed to educate and gather data regarding the perceptions and preparedness of students and staff at The University of Sydney who will be undertaking academic mobility to Indonesia.

Health Risk Perception: Exploring participants' views on the risks of endemic diseases and environmental health in Indonesia, such as dengue fever, diarrhea, food safety, and vaccination status.
Shift in Understanding: Identifying new insights and critical information gained by participants after receiving the travel health education.

Attitude and Preparedness Intention: Assessing participants' commitment to taking health preparation seriously before departure, including concrete intentions such as checking vaccination status and increasing vigilance regarding food and water safety.
Identifying Barriers: Mapping potential obstacles that international students might face in applying health recommendations, ranging from cost factors and access to information to general awareness levels.

The data collected during this session will not only enhance participants' health literacy but also serve as a vital foundation for refining health preparation guide programs for international students in the future.

Introducing Indonesian Traditional Medicines for Chronic Diseases

Complementing the travel health session, a pharmacy expert from FKIK UMY, apt. Aris Widayati, Ph.D., presented a topic entitled "Introducing Indonesian Traditional Medicines for Chronic Diseases."

In this session, apt. Aris Widayati introduced Indonesia's natural wealth and local wisdom through the use of traditional medicines, particularly in the management of chronic diseases. The presentation opened an engaging cross-cultural discussion on how Indonesian traditional medicine can be scientifically studied. The discussion also highlighted its potential for safe and effective use within the community, both as a complementary therapy and as a rational long-term alternative to synthetic chemical drugs.

The high enthusiasm from the participants, consisting of lecturers and students from The University of Sydney, highlighted the importance of cross-border knowledge exchange. With strong support from Prof. Bandana Saini and the SSEAC, this community service activity is expected to pave the way for broader international research and community service collaborations between UMY and The University of Sydney.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pulang Pisau melakukan k....

Suara Muhammadiyah

24 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Wakil Ketua PWM DIY Bidang Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan....

Suara Muhammadiyah

28 September 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Lazismu Kota Magelang kembali mentasyarufkan ribuan paket Kado ....

Suara Muhammadiyah

8 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gowongan Nurfirman B....

Suara Muhammadiyah

2 May 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta telah selesai membangun seb....

Suara Muhammadiyah

31 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah