Kader IMM Mesti Memfungsikan Organisasinya sebagai Mesin Dakwah di Masyarakat

Publish

22 February 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1020
Irwan Akib

Irwan Akib

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - PC IMM Djazman Al Kindi menggandeng Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PDM Kota Yogyakarta menyelenggarakan Kelas Tarjih bagi kader IMM. Dalam kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk melaunching Program IMM kembali ke Masjid. 

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut bertempat di SMK Muhammadiyah 4 Yogyakarta dan BLK PAY Aisyiyah. Para peserta akan diajak mengenal dan memahami seputar Manhaj Tarjih Muhammadiyah melalui enam sesi dengan berbagai tema yang menarik.

Materi pertama dalam studium general membahas Ijtihad Berkemajuan: Peran Tarjih dalam Membangun Peradaban Islam. Dilanjutkan materi kedua, Mengenal Majelis Tarjih & Tajdid Muhammadiyah Lebih Dalam. Berikutnya materi ketiga, Menggali Sumber-Sumber Ajaran Islam: Landasan Kuat untuk Tarjih.

Setelah itu materi keempat, Kolaborasi Ilmu Dalam Tarjih: Multidisiplin, Interdisiplin, Transdisiplin. Selanjutnya materi kelima seputar Dibalik Layar Penyusunan Fatwa Tarjih. Kemudian materi keenam yaitu Islam dan Ekologi: Menjaga Bumi dengan Manhaj Tarjih. Barulah diakhiri dengan materi Fatwa Hijau: Produk Tarjih untuk lingkungan yang Lebih Baik.

Adapun keenam narasumber tersebut sebagian besar merupakan Pengurus Majelis Tarjih dan Tajdid, baik di tingkat daerah, wilayah maupun pusat. 

Dalam pembukaan kegiatan yang dilakukan di Aula SMK Muhammadiyah 4 Yogyakarta, turut hadir, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Irwan Akib, didampingi oleh Ketua PC IMM Djazman Al Kindi, Fakhri Ilham, S.Ag., Bendahara MTT PDM Kota Yogyakarta Ust. Royhan, S.Ag., Kepala SMK Muhammadiyah 4 Yogyakarta Narwoto, M.Pd., juga beberapa Pengurus PCM di wilayah Kota Yogyakarta. Menyusul kemudian Wakil Ketua PWM DIY Dr. Yayan Suryana dan Ketua PDM H. Aris Madani, S.Pd.I., M.S.I.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Prof. Irwan Akib, beliau menceritakan bahwa suasana IMM pra-reformasi cukup berbeda dengan kondisi saat ini. Hal itu tidak terlepas dari dampak gejolak politik kebangsaan. Pada masa itu, para aktivis IMM dan pergerakan mahasiswa Islam lebih banyak berkegiatan di masjid dan perpustakaan.

"Namun, pasca-reformasi, tantangan semakin besar. Oleh karena itu kader IMM jangan lupa untuk dapat memfokuskan diri ke arah akademik, menekuni bidang ilmu, dan tetap kritis apabila kepentingan bangsa dan negara diselewengkan oleh pemangku kebijakan," tuturnya.

Dalam konteks ini, Prof. Iwan Akib mengingatkan pentingnya kembali ke masjid sebagai salah satu pusat kegiatan IMM. Selain juga upaya menjaga Masjid Muhammadiyah diambil alih oleh kelompok lainnya, juga dari sana belajar mengenai kemandirian.

"Indonesia Emas 2045, yang diharapkan menjadi jembatan emas kemakmuran dan keadilan, tidak akan terwujud jika tidak diawali dengan kemandirian dan kesadaran akan pentingnya ilmu," tegasnya.

IMM, lanjut Irwan, mesti kembali ke akar, menekuni ilmu, dan mengisi masjid-masjid dengan kegiatan yang positif. "Dengan demikian, diharapkan IMM dapat kembali menjadi sentral pergerakan yang mampu memberikan solusi untuk persoalan keagamaan dan kebangsaan," ulasnya. (DF/Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SALATIGA, Suara Muhammadiyah — Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Jawa Tengah kembali mengge....

Suara Muhammadiyah

9 August 2025

Berita

JEMBER, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Jem....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ramadhan menjadi kesempatan untuk bersedekah. “Kita ingin ....

Suara Muhammadiyah

3 March 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menjelang mudik Lebaran, kondisi infrastruktur transportasi di Indon....

Suara Muhammadiyah

27 March 2025

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menangani beban ganda masalah gizi, Majelis Pembinaan Keseh....

Suara Muhammadiyah

10 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah