Kearifan Lokal Sunda Tumbuhkan Kegembiraan Menyongsong Bulan Suci Ramadhan

Publish

12 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
97
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Kepala LPPAIK UM Bandung sekaligus Wakil Ketua PWM Jawa Barat Dikdik Dahlan Lukman mengatakan bahwa asal-usul nama “Sunda” memiliki arti bersih atau terang. Menurutnya, identitas kultural masyarakat Sunda yang dikenal someah (ramah) dan religius berpadu harmonis dengan ajaran Islam sehingga melahirkan tradisi yang sarat makna spiritual.

Hal tersebut disampaikannya dalam Program Gerakan Subuh Mengaji yang tayang pada Selasa (10/02/2026). Dalam pemaparannya, Dikdik menekankan bahwa kedatangan Ramadhan selalu disambut dengan penuh kegembiraan oleh masyarakat Sunda. Dia menyebut bahwa kearifan lokal tidak bertentangan dengan syariat, tetapi menjadi media untuk memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan sosial.

Dikdik menjelaskan bahwa dalam kalender Sunda, bulan Syakban dikenal dengan sebutan Rewah, yang berasal dari kata arwah. Pada bulan ini, masyarakat memiliki sejumlah tradisi sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan. ”Salah satunya adalah nyekar atau nadran, yakni ziarah ke makam keluarga sekaligus gotong royong membersihkan area pemakaman sebagai wujud penghormatan kepada leluhur,” ujar Dikdik.

Selain itu, tradisi bersih-bersih rumah dan tempat ibadah juga menjadi kebiasaan yang mengakar. Masjid dan musala dibersihkan secara bersama-sama, karpet dan mukena dicuci massal, mencerminkan semangat kolektif dalam menyambut bulan suci. Ada pula tradisi munggahan, yang berasal dari kata unggah atau naik, bermakna meningkatkan kesiapan mental dan mempererat solidaritas melalui makan bersama keluarga besar sebelum memasuki Ramadhan.

Tradisi lainnya adalah munjungan atau nyorog, yakni saling mengantar makanan kepada orang tua atau tetangga sebagai bentuk penghormatan dan sedekah. Masyarakat juga mengenal kuramas, mandi besar sebagai simbol pembersihan diri secara lahiriah sebelum menjalani ibadah puasa. Menurut Dikdik, rangkaian tradisi ini mengandung pesan spiritual agar umat Islam memasuki Ramadhan dengan hati dan jiwa yang bersih.

“Memasuki bulan Ramadhan, sejumlah kebiasaan khas masyarakat Sunda tetap dijalankan. Ngabuburit menjadi momen menunggu waktu berbuka puasa dengan kegiatan positif. Di pesantren dan masjid, tradisi ngaji pasaran digelar dengan mengkaji kitab kuning tertentu secara intensif dari awal hingga akhir Ramadhan, memperdalam pemahaman keagamaan secara sistematis,” imbuh Dikdik.

Pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, masyarakat melaksanakan lilikuran, yakni memperingati malam-malam ganjil seperti malam ke-21 dan ke-23 untuk meraih keutamaan lailatul qadar. Selain itu, tabuhan dulag atau bedug juga masih digunakan sebagai penanda waktu sahur, tarawih, ataupun menjelang Idul Fitri, menjadi simbol syiar Islam yang lekat dengan budaya lokal.

Pada akhir kajiannya, Dikdik membagikan sejumlah pepatah Sunda sebagai nasihat filosofis dalam menjaga kualitas puasa. “Letah leuwih seukeut batan peso” mengingatkan agar menjaga ucapan dari gibah dan fitnah. “Panon nu lalawora, hate nu cilaka” mengajarkan pentingnya menjaga pandangan. Sedangkan “Hadé ku niat, goréng ku pamér” menekankan keikhlasan dan menjauhi riya.

Dia menegaskan, budaya Sunda tidak mengubah syariat Islam. Namun, menjadi instrumen dakwah yang memperindah pelaksanaan ibadah serta mempererat silaturahmi antarwarga. Termasuk melalui tradisi munggahan dan munjungan yang sarat nilai edukasi bagi generasi muda.*


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar Wisud....

Suara Muhammadiyah

29 April 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Muhammadiyah Malang (U....

Suara Muhammadiyah

4 July 2025

Berita

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Payakumbuh, Ustadz Dr....

Suara Muhammadiyah

29 April 2025

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyahv- Setetah melalui penjurian panjang, Lembaga Pengembangan Cabang Ranti....

Suara Muhammadiyah

3 November 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) secara resmi melepas kont....

Suara Muhammadiyah

8 October 2024