Kebertahanan Muhammadiyah karena Konsisten Menyemai Kemaslahatan Tanpa Membeda-bedakan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
559
Dr H Muhammad Busyro Muqoddas, SH., MHum. Foto: Cris

Dr H Muhammad Busyro Muqoddas, SH., MHum. Foto: Cris

BANDONGAN, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Busyro Muqoddas mengajak untuk bersyukur atas usia 113 Muhammadiyah. Ajakan ini disampaikan saat Tabligh Akbar Milad 113 Muhammadiyah di kompleks SMK Muhammadiyah Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Ahad (30/11).

"Kita lebih baik bersyukur, daripada berbangga. Berbangga kalau berlebih-lebihan itu, Allah sangat tidak menyukainya," tegasnya.

Kesyukuran ini sangat penting untuk diekspresikan. Terlebih lagi, Muhammadiyah sampai detik sekarang masih tetap bertahan dan terjaga eksistensi dakwahnya di masyarakat.

"Alhamdulillah Muhammadiyah itu organisasi Islam yang bisa bersatu terus," terangnya.

Dibentangkan Busyro, ada beberapa hal yang mendasarinya. Pertama, kebertahanan Muhammadiyah karena ditopang dengan keimanan yang kuat. "Iman yang cerdas, cerdasnya pakai ilmu. Maka di Muhammadiyah ada Islam Berkemajuan," ujarnya.

Dengan kekuatan keimanan itulah, sambung Busyro, Muhammadiyah mampu berkiprah di segala bidang kehidupan. "Tidak hanya pendidikan dan kesehatan, tapi juga ada UMKM. Kehadiran Muhammadiyah itu memberi manfaat sebanyak-banyaknya tanpa membeda-bedakan," tekannya.

Itulah konsistensi Muhammadiyah. Poin kedua ini diterangkan Busyro, Muhammadiyah selalu menjaga konsistensinya sejak zaman dahulu sampai sekarang. Yang ketiga, mengaktualisasikan dalam amal konkret.

"Yang dijiwai oleh keimanan, ilmu, dan ujungnya amal," bebernya. "Modal pokoknya itu selama ini," imbuhnya.

Ke depan, Busyro mendorong Muhammadiyah perlu menyiapkan generasi penerus yang unggul dan siap menghadapi tantangan zaman.

"Yang tetap berpegang iman, ilmu, yang diwujudkan dalam amal. Sebab esensi iman itu tidak ada gunanya kalau tanpa amal. Amal akan lebih bagus kalau pakai ilmu," jelasnya.

Menurut Busyro, variabel tersebut di atas tidak akan pernah bisa dipisahkan dari denyut nadi kehidupan generasi penerus Muhammadiyah.

"Kita siapkan generasi penerus dengan tiga modal tersebut," tukasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Presiden Iran Ebrahim Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter pada ....

Suara Muhammadiyah

21 May 2024

Berita

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof.DR.HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan kegiatan Konfere....

Suara Muhammadiyah

24 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sabtu (6/10/24), Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), ....

Suara Muhammadiyah

8 October 2024

Berita

PADANG PANJANG, Suara Muhammadiyah- Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Sumatra....

Suara Muhammadiyah

7 September 2023

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Siswa siswi TK-KB Aisyiyah 34 Ngagel Kota Surabaya wajahnya sumringah....

Suara Muhammadiyah

21 March 2025