MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Menjawab tantangan penguatan ideologi di lingkungan pendidikan, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) bersama Majelis Dikdasmen & PNF serta Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi meluncurkan Buku Pedoman Perkaderan Sekolah, Madrasah, dan Pesantren Muhammadiyah. Acara yang digelar secara hybrid di Universitas Muhammadiyah Makassar ini menjadi momentum strategis bagi keberlanjutan dakwah di 5.745 satuan pendidikan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Peluncuran ini didasari oleh kebutuhan mendesak untuk mengelola potensi besar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pendidikan sebagai laboratorium perkaderan yang terstruktur. Pedoman ini hadir untuk memastikan seluruh sivitas akademika mulai dari guru hingga siswa memiliki pemahaman ideologi dan komitmen kemuhammadiyahan yang kokoh.
Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA., menegaskan bahwa buku ini merupakan ikhtiar kolaboratif untuk mencetak kader yang berkualitas, “Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap sekolah dan pesantren menjadi pusat kaderisasi yang unggul dan berkemajuan”, ungkapnya dalam sambutan.
Poin-poin utama dalam pedoman perkaderan baru ini meliputi: Internalisasi Ideologi: Memastikan pemahaman mendalam tentang paham agama dan sistem organisasi Muhammadiyah bagi guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Kemudian Kolaborasi Multisektoral: Sinergi antara MPKSDI, Majelis Dikdasmen & PNF, serta LP2 untuk menyelaraskan pola pembinaan di berbagai jenjang pendidikan. Inovasi Fortasi dan Forasa: Penguatan peran organisasi otonom (IPM, HW, dan Tapak Suci) melalui kegiatan Fortasi dan Forasa sebagai bentuk adaptasi Baitul Arqam di kalangan siswa. Serta Standarisasi Global: Membangun kesadaran kolektif dan komitmen bersama untuk mengimplementasikan sistem perkaderan secara konsisten di seluruh Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh yang memberikan arahan strategis, di antaranya. Yang pertama, Dr H Agung Danarto, M.Ag., Ketua PP Muhammadiyah yang menyampaikan pidato amanat. Kedua, Dr Mawardi Pewangi, Wakil Rektor III/Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Makassar. Ketiga, M Khoirul Huda, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah. Keempat, Dr H Maskuri, M.Ed., Ketua LP2 PP Muhammadiyah. Dan yang terakhir Ganis Khoirun Nisa’ Ketua Bidang Perkaderan PP IPM.
Dalam penutupnya, ditegaskan bahwa keberhasilan pedoman ini sangat bergantung pada sinergi kuat antara pimpinan persyarikatan dan pengelola satuan pendidikan. Dengan hadirnya pedoman ini, sekolah, madrasah, dan pesantren Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang siap melanjutkan estafet perjuangan gerakan Islam berkemajuan. (faiz/diko)

