KEGAIRAHAN BERAGAMA YANG BERKEMAJUAN

Suara Muhammadiyah

4 May 2024

2884
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KEGAIRAHAN BERAGAMA YANG BERKEMAJUAN

Pernah, para ilmuwan sosial memprediksikan bahwa agama-agama akan semakin ditinggalkan seiring kemajuan peradaban manusia. Max Weber, Emile Durkheim, Georg Simmel, hingga Peter Berger merupakan di antara tokoh yang percaya bahwa dunia modern akan semakin terasionalisasikan, dan karena itu, agama sebagai sesuatu yang dinilai tidak rasional, akan tersingkir dari panggung kehidupan modern. Modernisasi dinilai murni lahir dari rasionalitas manusia dan agama tidak mengambil peran di dalamnya.

Keyakinan bahwa agama akan semakin tersisihkan, melahirkan sekularisme. Pemisahan agama dan institusi modern ekonomi dan politik menjadi awal gejala sekularisasi. Tidak berhenti di situ, proses sekularisasi selanjutnya memasuki segenap bidang kehidupan manusia. Sekularisasi sempat diyakini akan menjadikan kehidupan kultural masyarakat bersih dari agama, seiring modernisasi yang semakin tidak terbendung.

Sekularisasi terkait dengan posisi agama di tengah masyarakat yang rasional. Di masa lalu, agama sering menjadi pemberi legitimasi suci pada kekuasaan politik. Dalam pengalaman di Barat, adanya perselingkuhan agama dan politik yang menimbulkan ketidakadilan, telah melahirkan spirit antiagama dan sekaligus desakan untuk memisahkan politik dari agama. Politik dibawa ke wilayah nonsakral yang terbuka untuk kritik, evaluasi, suksesi, dan melibatkan partisipasi masyarakat. Hari ini, gejala pemisahan politik dari agama ini telah menjadi gejala umum di Barat sebagai buah keberhasilan sekularisasi.

Jika sekularisasi politik dinilai berhasil, tidak demikian dengan bidang-bidang kehidupan yang lain. Agama tidak dapat disisihkan dari kehidupan sosial dan batin masyarakat modern. Alih-alih tersingkir, agama-agama di dunia kini menunjukkan gejala semakin berperan penting di tengah-tengah masyarakat. Di negara-negara sekuler, agama-agama tidak ditinggalkan, terutama dalam wilayah individu dan masyarakat. Situasi ini mendorong para pengamat merevisi kembali teori mereka tentang sekularisasi.

Selengkapnya dapat membeli Majalah Suara Muhammadiyah digital di sini Majalah SM Digital Edisi 08/2024


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Editorial

Elite Politik Negarawan Awal Oktober 2024 merupakan momentum baru pelantikan anggota MPR, DPR, dan ....

Suara Muhammadiyah

10 September 2025

Editorial

Membangun Keunggulan Umat Islam Oleh Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si. Umat Islam Indonesia di dalam ....

Suara Muhammadiyah

31 August 2023

Editorial

Rekonstruksi Perjuangan Islam Indonesia Oleh Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si Indonesia sering disebu....

Suara Muhammadiyah

15 February 2025

Editorial

Muhammadiyah Sebagai Sistem Oleh: Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si. Muhammadiyah dikenal sebagai orga....

Suara Muhammadiyah

4 April 2024

Editorial

REFORMASI KADERISASI MUHAMMADIYAH Krisis Kader dapat dikatakan sebagai pembahasan yang paling serin....

Suara Muhammadiyah

23 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah