Kegiatan IPM Harus Menyenangkan, Bukan Sekadar Program Kerja

Suara Muhammadiyah

6 December 2025

861
Arif Jamali Muis, SPd, MPd. Foto: Cris

Arif Jamali Muis, SPd, MPd. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Staff Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Arif Jamali Muis, SPd, MPd mengatakan, pendidikan karakter tidak lahir secara instan, tetapi terbentuk melalui pembiasaan yang konsisten. Namun, pembiasaan itu hanya dapat tumbuh dalam lingkungan sekolah yang positif.

“Suasana sekolah yang menggembirakan adalah dasar pembentukan karakter. Kalau sekolah saja terasa menekan, apalagi kegiatan IPM-nya tidak menyenangkan, maka karakter yang baik akan sulit tumbuh,” tegasnya saat keynote speaker di forum Pelajar Bicara Kemanusiaan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Sabtu (6/12),

Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Pelajar Muhammadiyah sebagai Agen Utama Mengeliminasikan Kekerasan di Ruang Publik, https://suaramuhammadiyah.id/read/pelajar-muhammadiyah-sebagai-agen-utama-mengeliminasikan-kekerasan-di-ruang-publik

Ia mengingatkan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang ditentukan oleh karakter, sehingga sekolah harus menjadi ruang yang memberi rasa aman dan kenyamanan bagi pelajar.

Karena itu, Arif mendorong para aktivis IPM untuk menghadirkan program dan kegiatan yang menghibur, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan pelajar.

“Kegiatan IPM harus menggembirakan, menjadi alternatif positif bagi siswa, dan membuat sekolah terasa nyaman untuk semua,” ujarnya.

Arif juga menekankan bahwa aktivis IPM perlu berpikir keras secara kolektif untuk merancang kegiatan yang benar-benar bermanfaat, bukan sekadar memenuhi program kerja. Melalui aktivitas berdiskusi, bernegosiasi, hingga mengorganisir kegiatan, pelajar sebenarnya sedang ditempa kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan berproses menjadi pribadi yang lebih matang.

Lebih jauh, ia mengajak IPM untuk fokus pada isu-isu yang dekat dengan kehidupan pelajar, seperti perlindungan anak, literasi digital, kesehatan mental, hingga pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual. Semua itu, menurutnya, hanya bisa diperjuangkan jika sekolah menjadi ruang yang aman.

“Isu penting IPM bukan politik elite, tetapi bagaimana memastikan teman-teman pelajar aman, nyaman, dan bisa berkembang,” ungkapnya. (Vivi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sumber energi yang masih terpusat kepada penggunaan fosil dipandang....

Suara Muhammadiyah

24 December 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 1.572 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi ....

Suara Muhammadiyah

28 October 2024

Berita

DEPOK, Suara Muhammadiyah - Program Kado Ramadhan menjadi wujud kepedulian sosial Lazismu Kota Depok....

Suara Muhammadiyah

16 March 2026

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah bertekad menciptakan masyarakat Islam yang sebenar-benar....

Suara Muhammadiyah

8 December 2024

Berita

ASAHAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Asahan kembali menggelar kunjungan r....

Suara Muhammadiyah

28 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah