Keluarga Besar Muhammadiyah Kalbar Gelar Silahturahim Idul Fitri

Suara Muhammadiyah

20 April 2024

1792
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PONTIANAK, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Kalimantan Barat tidak surut bergerilya untuk perubahan baik bangsa, kehadiran persyarikatan senantiasa menggembirakan dengan melakukan kegiatan positif dan bermanfaat bagi umat. Untuk menjaga semangat tersebut, PWM Kalimantan Barat bekerjasama dengan PDM Kota Pontianak dan UM Pontianak mengadakan kegiatan silahturahim Idul Fitri 1445 Hijriyah dengan mengundang seluruh keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Barat, dengan tema Menjalin Ukhuwah Mencerahkan Semesta, disampaikan oleh Dr. KH. Tafsir, M.Ag, Ketua PWM Jawa Tengah, diselenggarakan di auditorium UM Pontianak, Jumat (19/04).

Dalam pengantarnya, Ketua PWM Kalbar Dr. Pabali Musa, menyampaikan terimakasih atas kehadiran seluruh jajaran pimpinan Muhammadiyah-'Aisyiyah dari tingkat wilayah, Kota, Kabupaten yang ada di Kalimantan Barat serta seluruh simpatisan yang juga ikut memeriahkan kegiatan. "Sesuai tema hari ini kita mencerahkan semesta yang bermakna mencerahkan individu langsung, semoga dapat terlaksana setelah berpuasa di bulan Ramadan", harapnya. 

Tidak lupa Dosen di Universitas Tanjungpura dan pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Sambas tersebut, mengingatkan esensi silahturahim yang bermaksud menjalin dan menjaga ukhuwah Islam antar sesama warga persyarikatan yang ada di Kalimantan Barat. 

Dalam tausiahnya, Dr. KH. Tafsir, M.Ag menyoroti tentang budaya keragaman yang berbeda, budaya sebagai akulturasi nilai-nilai Islam. Menurutnya umat Islam mayoritas di Indonesia harus dapat memberi warna keislaman bukan sebaliknya. Umat Islam dapat memberikan warna dan ciri terhadap berIslam sendiri, jangan malah ikut-ikutan simbol atau kreatifitas agama lain. Ia pun bertanya kepada seluruh peserta tentang kreativitas umat Islam yang diikuti oleh umat lain ?. 

KH Tafsir mencontohkan kekuatan Islam di tanah Jawa walau lama duduki kekuasaan Eropa (kolonial), tetapi tidak membuat Jawa menjadi berubah, maka kita kenal Islam adalah Jawa dan Jawa adalah Islam. Akulturasi Islam dan Jawa merupakan bagian kreativitas dalam dakwah di masyarakat. Fenomena idul Fitri adalah fenomena budaya, yakni silahturahim. Kreativitas umat Islam Indonesia dalam membungkus Idul Fitri, hemat KH Tafsir adalah bentuk keberagaman dengan ciri sesuai budaya masyarakat Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama 120 menit dan diikuti 500 lebih peserta, ditutup dengan foto bersama. (Amalia Irfani)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah – Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

Berita

Dari kiri ke kanan: Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Amin Abdullah,....

Suara Muhammadiyah

16 November 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Kesenian tradisional dari tiga penjuru Jawa yaitu Pacitan, Banyuwangi, ....

Suara Muhammadiyah

30 June 2026

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) pada tahun ini melaksanakan p....

Suara Muhammadiyah

19 June 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perwujudan Masyarakat Madani membawa optimisme dan pesimisme, yaitu an....

Suara Muhammadiyah

6 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah