Kembangkan Model Pemberdayaan, Prodi Ilmu Komunikasi UMS Gelar Kuliah Umum

Suara Muhammadiyah

4 December 2024

1288
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kuliah Umum dengan tema Partisipatori Sebagai Paradigma Alternatif Pemberdayaan Masyarakat di Gedung Auditorium Mohammad Djazman pada Jum’at (29/11). Dalam kegiatan tersebut terdapat dua materi utama, materi pertama Uun Sismiyardi dari Kampung Edukasi Durensari serta Kharolin Hilda Amazona dari Gitarja Bhumi, Sleman. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Sidiq Setyawan, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap agenda ini. Menurutnya, mahasiswa bisa mendapatkan penjelasan empiris berdasarkan pengalaman para narasumber. 

Uun Sismiyardi, dalam pemaparanya menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam hidup bermasyarakat. Menurutnya, ini tidak lain karena generasi muda sebagai agen perubahan harus bisa membawa masyarakat kearah yang lebih baik. Pria yang juga sebagai Bayan di Desa Kembangkuning ini menambahkan bahwa diera digital seperti saat ini, masyarakat harus diberikan edukasi terkait dengan literasi dalam menggunakan teknologi tersebut. “Dunia digital itu seperti dua mata pisau, bisa bermanfaat, namun juga bisa berbahaya jika tidak hati-hati. Maka dari itu, pendidikan literasi kepada masyarakat menjadi sangat penting”, tutur Uun Sismiyardi. 

Sementara itu, Kharolin Hilda menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19, pendapatan UMKM di Sleman turun sekitar 80%. Alhasil, banyak UMKM yang gulung tikar dan tidak mampu melanjutkan kegiatan produksi. Melihat fenomena tersebut, perempuan yang akrab disapa Olin ini lalu menginisiasi Gitarja Bhumi Learning Hub. Lemaga ini adalah inisiatif strategis yang bertujuan menjadi pusat pemberdayaan dan dukungan bagi UMKM Perempuan dan UMKM Perempuan dengan Disabilitas di Kalurahan Sariharjo, Kabupaten Sleman melalui layanan, pelatihan, pendampingan, dan dukungan di bidang kewirausahaan. 

“Dalam prosesnya kami juga memanfaatkan SDA lokal dan limbah sayuran rumah tangga untuk dijadikan sebagai produk unggulan. Proyek ini tidak hanya menciptakan peluang bisnis, namun juga mengatasi isu gender, dan mendorong inklusi serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di pedesaan”, papar Olin dihadapan 250 mahasiswa.

Salah satu peserta, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa acara ini sangat menarik dan memberikan gambaran penuh bagaimana kegiatan pemberdayaan masyarakat berlangsung. Dengan penjelasan komprehensif dan disertai dengan studi kasus dari para praktisi, ia mengemukakan bahwa penjelasan tersebut menvalidasi apa yang selama ini didapatkan di dalam kelas. 

“Acara ini sangat menarik bagi saya, bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Komunikasi Sosial Pembangunan, kuliah umum ini menjadi tambahan wawasan bagi para mahasiswa bagaimana proses pemberdayaan yang terjadi di masyarakat. Hal ini sebagai modal kami untuk dalam menyusun program komunikasi pembangunan” ujar Farhan mengakhiri pembicaraan. (imn)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Panitia Ramadhan Di Kampus (RDK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meng....

Suara Muhammadiyah

22 March 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bulan Ramadhan menjadi sangat mulia karena di dalamnya diturunka....

Suara Muhammadiyah

17 March 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat (PK) Solo menggelar p....

Suara Muhammadiyah

26 February 2024

Berita

Salurkan Hewan Kurban di Dua Madrasah Palawan Filipina FILIPINA, Suara Muhammadiyah - Komunitas mus....

Suara Muhammadiyah

9 June 2026

Berita

Dorong Konsumsi Ikan dan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, dan KKP Teken Kerja Sama JAKARTA, Suara ....

Suara Muhammadiyah

27 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah