YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bekerja mesti totalitas. Demikian Deni Asy’ari mengaksentuasikan, dengan berpokok pangkal pada tumpuan niat khusus, semata-mata untuk beribadah kepada Allah SwT.
“Itu nilainya jauh lebih besar,” tegas Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah tersebut, Sabtu (4/4) saat Rapat Bulanan dan Halal BI Halal 1447 H di Ruang Aula Lantai 4 Grha Suara Muhammadiyah.
Sekalipun bekerja menjadi kewajiban dalam Islam, Deni minta jangan ditempatkan sebagai pikulan. “Ini bagian dari keberlanjutan kita menjalankan ibadah, yang sifatnya wajib,” ujarnya.
Di sinilah, bekerja menjadi ibadah yang mulia. Bahkan, dalam sebuah riwayat dikemukakan kalau ada sebuah dosa yang tidak dapat dihapus oleh shalat, puasa, haji, dan umrah, tetapi dapat terhapus oleh lelahnya seseorang dalam mencari nafkah.
“Melalui hari Syawal ini, kita kembali bekerja dengan niat yang kita lakukan ini adalah ibadah untuk menghidupkan keluarga kita, untuk menghidupkan orang tua kita, menghidupkan suami atau istri kita, anak-anak kita, kerabat-kerabat kita,” beber Deni.

Pemaknaan ini amat fundamental. Di samping Syawal dikonotasikan sebagai bulan peningkatan dan keberlanjutan ibadah pasca-Ramadhan, pada saat yang sama, juga dimaknai sebagai memulai sesuatu yang baik.
“Kita jadikan Syawal ini sebagai bulan untuk memulai sesuatu yang baik. Dari mana kita memulai sesuatu yang baik? Tentu dari hati kita,” sebut Wakil Sekretaris 1 Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.
Hati mesti tersistematisasi kalau bekerja tetap menomorsatukan ibadah. “Jangan jadikan beban, dan hanya untuk tanggung jawab duniawinya saja,” celetuknya.
Lebih jauh lagi, untuk konteks akhirat. “Murni sebagai ibadah, murni lillahi ta'ala,” tambahnya. Karena itu, jangkar yang sangat dibutuhkan ialah hal ihwal profesionalitas.
Yang tarikan maknanya kemudian, setiap pekerjaan mesti dijalankan dengan kesungguhan, disiplin tinggi, dan penuh tanggung jawab.
“Yakinlah bekerja di Persyarikatan ini, bekerja di Suara Muhammadiyah ini dengan semangat ibdaul khair (memulai sesuatu yang baik), kita benahi niat kita lillahi ta'ala, maka Insyaallah Allah akan bayarkan dengan cara yang lain. Yakinlah,” tandas Deni. (Cris)
