Kesuksesan Berpuasa Tergantung Diri Sendiri dalam Mempersiapkannya

Suara Muhammadiyah

25 February 2025

1436
Abdul Mu’ti. Foto: Tim Humas Unisa Yogya

Abdul Mu’ti. Foto: Tim Humas Unisa Yogya

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjadi pembicara dalam Tarhib Ramadhan 1446 H di Masjid Walidah Dahlan Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Selasa (25/2).

Mu’ti mengatakan, jelang datangnya bulan Ramadhan, umat Islam mesti mempersiapkan banyak aspek. Terutama dalam hal beribadah puasa, keberhasilan menunaikan ditentukan dari seberapa kuat keimanannya.

“Yang imannya kuat, menyambut dengan gembira (Tarhib Ramadhan). Menyiapkan mental, spiritual, untuk memasuki bulan Ramadhan. Yang imannya biasa-biasa saja (rendah), menerima apa adanya,” tuturnya.

Diakui Mu’ti, mengerjakan puasa memang sangat berat. “Tidak ada pilihan lain kecuali ikuti,” ungkapnya. Meski demikian, Al-Qur’an memberikan penghiburan kepada umat Islam jika pada zaman dahulu, juga sama-sama merasakan hal serupa tatkala berpuasa.

“Sejak dulu sudah diwajibkan untuk berpuasa. Jadi kamu jangan merasa kewajiban ini sebagai sesuatu yang berat. Kamu laksanakan saja,” katanya menyitir redaksi Qs al-Baqarah [2] ayat 183.

Berpuasa sebagai latihan spiritual umat Islam agar bisa menghindari dosa diluar bulan Ramadhan. Agar bisa menggapai orientasi utamanya, yakni tampil menjadi orang yang bertakwa. “Itu tergantung dari bagaimana kualitas ruhani kita di dalam menjalankan puasa,” urainya. 

Tapi ironinya banyak orang yang berpuasa, namun kata Mu’ti sebagaimana dikonfirmasi oleh Nabi, hasil yang didapat tidak sesuai orientasi, tapi malah jauh panggang dari api. “Kecuali lapar dan dahaga,” imbuhnya.

Keberhasilan berpuasa dengan kimaksnya menggapai ketakwaan, hanya bisa ditentukan oleh diri sendiri bukan orang lain. Diri sendiri menjadi peranan utamanya, sehingga Mu’ti meminta agar selama bulan Ramadhan, terutama menjalankan puasa, mesti menjaga diri sekaligus mengisinya dengan amalan-amalan yang disunahkan Rasulullah Saw.

“Karena itu maka yang menilai (keberhasilan puasa dengan menggapai takwa) kita. Tapi, yang paling banyak dalam kaitan dengan orang bertakwa, selain beriman kepada Allah, Rasulullah, Malaikat, Kitab, Hari Akhir, juga kewajiban melaksanakan ibadah, dan yang banyak adalah akhlak,” tegasnya.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menyebut, cerminan orang bertakwa yang terpublikasikan ke dalam kehidupan adalah ketika mampu menahan dari gejolak amarah sekaligus punya jiwa kesabaran yang tinggi.

“Sehingga orang bertakwa itu tidak marahan, tidak amukan, tidak nesunan. Ini problem sosial kita sekarang ini, ada gejala di mana kita punya budaya amuk,” bebernya.

Untuk itu, sebelum menjalani puasa di bulan Ramadhan, Mu’ti meminta untuk menata mental sekaligus menyiapkan iman. Dua hal ini sebagai penentu berhasil atau tidaknya pengejawantahan ibadah puasa tersebut.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi bagian dari motivasi dan juga meningkatkan kesiapan mental spiritual kita untuk menunaikan ibadah puasa Ramadan 1446 H,” pungkasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Kabar membanggakan datang dari salah satu alumni SMP Unismuh Makassar....

Suara Muhammadiyah

29 June 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Lazismu Jawa Tengah saat ini tengah menjalani proses audit keua....

Suara Muhammadiyah

24 April 2024

Berita

PCM Sukajadi Gelar Silaturahmi Ba’da Idul Fitri 1447 H, Prof Din Syamsuddin Tekankan Semangat ....

Suara Muhammadiyah

6 April 2026

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka memeriahkan bulan Muhammadiyah, Perpustakaan Uni....

Suara Muhammadiyah

23 November 2023

Berita

INDRAMAYU, Suara Muhammadiyah - Rumah Sakit Islam (RSI) Zam-Zam Muhammadiyah Jatibarang merayakan mi....

Suara Muhammadiyah

8 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah