MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Olimpiade Ahmad Dahlan (OlimpicAD) VIII resmi dibuka di Gedung Balai Sidang Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Kamis (12/2/2026).
Ajang nasional ini menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan karakter bagi pelajar Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof Ambo Asse, menegaskan setiap kontingen tentu ingin menampilkan kemampuan terbaiknya dalam ajang tersebut. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjunjung nilai kejujuran dan sportivitas selama perlombaan berlangsung.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Irwan Akib, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia menyebut masa depan bangsa akan ditentukan oleh generasi yang memiliki kekuatan iman, kecerdasan intelektual, akhlak yang baik, serta kreativitas dalam berkarya.
Kita akan memasuki Indonesia Emas tahun 2045. Indonesia Emas tidak akan diisi oleh generasi yang biasa-biasa saja, tetapi oleh generasi yang tangguh, mantap keimanannya, unggul intelektualnya, kuat akhlaknya, dan sigap dalam berkarya,” ujarnya.
Irwan juga mengajak seluruh peserta menampilkan kemampuan terbaiknya, namun tetap menjunjung tinggi nilai integritas.
“Tujuan kita bukan sekadar meraih juara atau piala, tetapi ada nilai yang harus dijunjung bersama, yakni kejujuran, sportivitas, dan integritas,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mengasah kreativitas dan kemampuan intelektual peserta sehingga kelak mampu menjadi generasi penentu arah kemajuan bangsa.
Pada pelaksanaan OlimpicAD VIII, total peserta dan pendamping yang hadir diperkirakan mencapai 8.525 orang, terdiri dari 4.838 peserta dan 3.687 pendamping dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. (Hendra)

