Ketua PWM Aceh di Rakerda Muhammadiyah Aceh Besar: Jaga Kepercayaan Pewakif

Suara Muhammadiyah

24 February 2025

1216
Foto Istimewa

Foto Istimewa

ACEH BESAR, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Malik Musa, S.H., M.H., menekankan pentingnya menjaga kepercayaan para pewakif.

“Jangan sia-siakan harta wakaf, karena kita harus menjaga kepercayaan pewakif yang telah mewakafkan hartanya untuk dikelola Muhammadiyah,” ujar Malik Musa.

Hal itu disampaikan saat memberikan Khutbah Iftitah dan membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Besar dan Ortom, Ahad (23/02/2025).

Malik Musa mengingatkan bahwa jika aset wakaf tidak dikelola sesuai peruntukannya, maka dapat berujung pada dosa kolektif.

Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali pengajian Muhammadiyah sebagai ruh utama pergerakan organisasi.

“Tidak ada Muhammadiyah kalau tidak ada pengajian Muhammadiyah. Maka, aktifkan pengajian. Kalau tidak bisa seminggu sekali, sebulan pun jadi,” ujar Malik Musa pada Rakerda yang berlangsung di Pesantren Baitul Arqam Sibreh.

Pada Rakerda yang mengangkat tema "Penguatan Peran Pengurus Cabang dan Peningkatan Dakwah Muhammadiyah", Malik Musa mendorong penguatan struktur cabang dengan melakukan pendataan warga Muhammadiyah dan simpatisan.

“Lakukan pendataan warga Muhammadiyah dan para simpatisan. Undang mereka dalam acara kebersamaan seperti buka puasa bersama guna mempererat hubungan dan komitmen terhadap Muhammadiyah,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Besar, Drs. Jufri, menekankan bahwa semangat berjamaah harus terus dijaga dalam organisasi.

Menurutnya, jiwa warga Muhammadiyah dapat terlihat dalam dua hal utama: rapat-rapat dan pengajian.

“Dua hal ini sangat penting karena di sanalah kita bisa membicarakan program dan strategi,” ujar Jufri.

Ia menegaskan bahwa kemajuan Muhammadiyah tidak bisa hanya bergantung pada satu atau dua orang, tetapi harus bergerak secara kolektif.

“Muhammadiyah akan maju apabila kita bergerak sepakat, sama-sama melangkah. Tanggung jawab Muhammadiyah bukan hanya di pundak ketua, tetapi seluruh anggota. Muhammadiyah punya sistem kolegial, bukan hanya ketua saja yang bekerja,” tutupnya.

Rakerda ini menjadi momentum bagi Muhammadiyah Aceh Besar untuk semakin memperkuat peran dan kontribusinya dalam dakwah serta pengelolaan organisasi yang lebih profesional dan berkesinambungan. (Agusnaidi B/Riz/Ha)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Semarak Tahun Baru Hijriah 1447 H diwarnai dengan kegiatan penuh semang....

Suara Muhammadiyah

28 June 2025

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr) kembali menegaskan ....

Suara Muhammadiyah

30 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Toleransi beragama di perguruan tinggi menjadi kunci terciptan....

Suara Muhammadiyah

13 September 2025

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu meny....

Suara Muhammadiyah

25 July 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto menjadi tuan rumah acara silatu....

Suara Muhammadiyah

18 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah