Khutbah Gerhana: Gerhana Bulan Bukti Empiris Heliosentris
Oleh: Muh. Hizbul Muflihin, PDM Banyumas
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْــمَلِكِ الْحَقِّ الْــمُبِيْنِ، اَلَّذِي أَرْسَلَ آيَاتِهِ عِبْرَةً لِلْمُعْتَبِرِيْن أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه إِلَهُ اْلأَوَّلِيْنَ وَالْآخِرِينَ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمّداً عَبْدُهُ ورَسُولُهُ الْــمَبْعُوثُ رَحْمَةً لِلْعَالَــــمِيْنَ, اللَّهُمَّ صلِّى وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . أمَّا بَعْدُ
يَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ , فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا خَيْرًا لِّأَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوْا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ .وَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُو
Kaum muslimi rahimakumullah
Pertama kita bersyukur kepada Allah SWT karena di saat ini kita bisa melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dalam cuaca bersahabat, di negeri kita yang aman dan tenteram
Kedua sholawat dan salam selalu kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, semoga sebagai ummatnya selalu berittiba’ kepadanya, dan salah satu yang wajib kita ikuti adalah melaksanakan sholat gerhana pada malam hari ini.
Hal ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW Dalam riwayat lain, Imam Al-Bukhari menyebutkan, dari Abu Bakrah RA, فَصَلُّوا وَادْعُوْا حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ
Artinya: "Maka shalatlah dan berdoalah sampai kembali seperti semula."
Tentang fenomena alam yang tidak lain adalah ayat Allah SWt sudah ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam Q.S. Yâsîn ayat 40:
لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya (orbit).
Allah menciptakan bulan sebagai cahaya, matahari sebagai sumber cahaya, dan Allah menciptakan orbit atau garis edar segala benda langit untuk kehidupan manusia di bumi, dan sebagai tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berfikir.
Ayat tersebut juga menjelaskan bahwa terjadinya gerhana adalah ketika matahari, bulan, dan bumi berada di satu garis lurus. Jika bulan menghalangi cahaya matahari ke bumi, maka itu adalah gerhana matahari. Jika bumi menghalangi cahaya matahari sampai ke bulan maka disebut dengan gerhana bulan.
Konsep Matahari berputar pada porosnya, Bulan dan Bumi juga berputar pada porosnya serta berputar pada garis orbitnya atau lintasannya, secara astronomi menghasilkan tata surya yang sangat bagus. Hukum Galileo Galileo (1564-1642) tidak merumuskan "hukum" fisika konvensional tentang tata surya, melainkan memberikan bukti pengamatan ilmiyah dengan data empiris yang kuat untuk mendukung teori Heliosentrisme yaitu Matahari sebagai pusat tata surya yang dicetuskan oleh Copernicus.
Sunnatullah Bumi dan Bulan selain berputar pada porosnya juga berputar pada lintasannya mengelilingi Matahari (Kullun fi falakin yasbahun), maka proses yang begitu indah dan rapi menghasilkan hitungan sedemikian tepat dan benar yang dapat dipedomani dalam menentukan usia bulan setiap tahunnya untuk tahun-tahun yang akan datang.
Kaum Muslim Rahimakumullah
Ayat 40 surat Yasin tersebut, meruntuhkan model Geosentris (Bumi sebagai pusat) yang dianut Gereja dan Aristoteles saat itu. Atas dasar diketahuinya hitungan perputaran Matahari dan Bulan, maka dapat diketahui pula bahwa 1 Ramadhan 1447 H (awal puasa 2026) jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026, berdasar ketetapan dan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.1/B/2025 dengan menggunakan metode hisab hakiki kontemporer acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Gerhana Bulan lazimnya terjadi di saat-saat memasuki moment bulan purnama menjelang masuk hari ke-14 atau 15 dari bulan berjalan. Malam ini (Selasa malam Rabu) memasuki puasa hari ke 14 dan terjadi gerhana Bulan 3 Maret 2026 yang dapat disaksikan di seluruh Indonesia, dengan puncak gerhana terjadi pukul 18.33 Gerhana Total berakhir (U3): 19.02 - 19.03 WIB, Gerhana Sebagian berakhir (U4): 20.17 WIB Gerhana Penumbra berakhir (P4): 21.22 - 21.24 WIB.
Atas dasar hitungan perputaran Matahari, Bulan dan Bumi dapat diketahui pula pergantian siang dan malam dalam setiap harinya. Dan dapat diketahui pula Ijtimak jelang Syawal 1447 H, yang terjadi pada hari Kamis Kliwon, 30 Ramadhan 1447 Н bertepatan dengan 19 Maret 2026 M, pukul 01:23, dan dengan demikian tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026.
Sebagaimana surat Ali Imran ayat 190 sd 191 Allah berfirman:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۞الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ۞
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Kaum Muslimin Rahimakumullah
Oleh karena Gerhana Bulan yang terjadi sekarang adalah kehendak Allah SWT dengan tata orbit dan hitungan yang tepat, maka marilah kita tinggalkan mitos-mitos ketika terjadi gerhana bulan atau gerhana matahari karena sesuatu yang tidak masuk akal dan cenderung merusak aqidah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.
“Pada masa Rasulullah ﷺ pernah terjadi gerhana matahari, yaitu di hari meninggalnya putra beliau, Ibrahim. Orang-orang lalu berkata, “Gerhana matahari ini terjadi karena meninggalnya Ibrahim!” Maka Rasulullah ﷺ pun bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka salat dan berdoalah kalian kepada Allah.” (HR al-Bukhari no Hadis 985)
Apa kemudian seharusnya dilakukan oleh seorang muslim ketika terjadi gerhana;
1. Banyak beristighfar banyak mohon ampun dan selalu bertaqarrub kepada Allah SWT.
2. Bukti Kekuasaan Allah,Peristiwa gerhana menunjukkan bukti kekuasaan Allah atas seluruh alam semesta.
3. Bulan dan Matahari Tidak Layak Disembah. Karena kedua benda langit memiliki kelemahan dengan hilangnya cahaya dan fungsinya, lalu atas kehendak Allah semuanya dipulihkan kembali.
4. Menyadari Kehadiran Bulan dan Matahari, banyak memberi manfaat dapat menghitung usia bulan dan menentukan waktu-2 untuk ibadah.
5. Pengingat Hari Kiamat. Fenomena gerhana bisa menjadi pengingat akan datangnya peristiwa dahsyat yang terjadi pada hari kiamat.
Rasulullah SAW mengingatkan: فَافْزَعُوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ تعالى، ودُعَائِهِ، وَاسْتِغْفَارِهِ
“Maka bersegeralah untuk berzikir kepada Allah, berdoa kepada-Nya, dan beristighfar.” (HR Bukhari dan Muslim).
Akhirnya marilah kita berdoa, semoga dikabulkan oleh Allah SWT
اْلحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَ بِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُنْيَا وَ الدِيْنِ
وَ الصَّلَاةُ و السَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْمُرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَة ًفِى الدِّيْنِ وَعَافِيَة ًفِى اْلجَسَدِ وَ زِيَادَةً فِى اْلعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الِّرزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ اْلمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيم
رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
اْلحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

