Khutbah Jum'at: Kewajiban Mencari Nafkah Yang Halal; Refleksi Hari Buruh Internasional
Oleh: Muhammad DN, S.Ag, M.HI, Ketua PDM Hulu Sungai Tengah-Kalimantan Selatan
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ،
خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللّٰهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ،
فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ:
وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ
Pertama dan utama marilah kita bersyukur kepada Allah swt yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga kepada kita, karena itu selanjutnya marilah kita bertaqwa kepadaNya dengan taqwa yang sebenar-benarnya.
Kemudian bersalawat salam kepada junjungan kita nabi Muhammad saw, para sahabat dan keluarga beliau serta umatnya sampai hari kiamat kelak.
Jamah Jumat yang dimuliakan oleh Allah swt
Tanggal 1 Mei, kita memperingati Hari Buruh sedunia, sebuah kesempatan untuk merefleksikan pentingnya mencari nafkah dan menghidupi diri serta keluarga. Mencari nafkah adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Buruh adalah seseorang yang bekerja untuk orang lain atau perusahaan dengan imbalan upah atau gaji. Bekerja dengan niat untuk mencukupi diri dan keluarga adalah sangat mulia. Agama Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras dan tidak menyerah pada kesulitan. Melakukan berbagai hal dalam berusaha dengan sungguh-sungguh dan tidak bergantung pada orang lain juga perilaku mulia, karena ujung dari bekerja keras akan membawa kepada kesuksesan dan kebahagiaan. Sebab para pekerja keras lah yang akan menuai hasilnya saat ini dan dikemudian hari.
وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS.Al-Qasas: 77)
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Allah SWT tidak memandang jenis pekerjaan yang kita lakukan, yang penting adalah kehalalan dan kesungguhan kita dalam bekerja. Rasulullah SAW bersabda:
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
"'Tidak ada seorang pun yang memakan makanan yang lebih baik daripada makanan yang dihasilkan dari hasil kerja tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Dawud AS makan dari hasil kerja tangannya.'" (HR. Bukhari)
Tidak ada perbedaan antara pekerjaan yang dianggap tinggi atau rendah, yang penting adalah kita melakukan pekerjaan tersebut dengan ikhlas dan profesional.
Bagi para pengusaha, perilaku penting untuk diperhatikan adalah membayar upah pekerja dengan adil dan tepat waktu. Rasulullah SAW bersabda:
أَعْطُوا الْأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ
‘Berikanlah upah pekerja sebelum keringatnya kering." (HR. Ibnu Majah).
Di hadis yang lain disebutkan dalam kitab Sunan Ibnu Majah, nomor 2443:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ ثَلَاثَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ وَرَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ وَرَجُلٌ اسْتَأْجَرَ أَجِيرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَلَمْ يُعْطِهِ أَجْرَهُ
"Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: 'Allah berfirman: 'Ada tiga golongan yang Aku akan menjadi lawan mereka pada hari kiamat; (1) seseorang yang memberikan janji dengan nama-Ku, lalu dia mengkhianati janji itu; (2) seseorang yang menjual orang merdeka (budak yang telah dibebaskan), lalu dia memakan hasil penjualannya, (3) seseorang yang mempekerjakan pekerja, lalu pekerja itu menyelesaikan pekerjaannya, tetapi dia tidak memberikan upah kepada pekerja itu.'"
Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah
Pengusaha harus memperlakukan pekerja dengan baik dan membayar upah yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan. Hal ini dilakukan sebagai rasa syukur telah dibantu oleh pekerja atau buruh. Keberhasilan pengusaha juga ditentukan oleh kerja keras para pekerja. Jika kerjasama antara pengusaha dan bpekerja ini terabaikan akan menggangu siklus saling menguntungkan. Akibatnya basa jadi salah satunya bisa terzalimi atau mendapatkan kerugian. Inilah yang sebetulnya tidak diharapkan. Maraknya demo menuntut hak akibat ada pengusaha yang tidak menunaikan pembayaran upah secara wajar. Tuntutan adanya peningkatan kesejahteraan juga dipicu oleh hal yang demikian. Di sisi lain pekerja sudah semestinya bekerja dengan giat dan jujur, sehingga pengusaha tidak bangkrut dan gulung tikar.
Jamaah Jumat rahimakumullah
Islam melarang meminta-minta tanpa alasan yang dibenarkan. Sehingga setiap umat Islam harus berusaha untuk mencari nafkah dengan cara yang halal dan tidak bergantung pada orang lain selama masih mampu. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَأَلَ وَلَهُ مَا يُغْنِيهِ فَإِنَّمَا يَسْتَكْثِرُ مِنْ جَمْرِ جَهَنَّمَ
"Siapa yang meminta-minta kepada orang lain sedangkan dia memiliki kecukupan, maka sesungguhnya dia meminta bara api Jahannam." (HR Muslim nomor 1041)
Jamaah rahimakumullah
Demikian khutbah ini disampaikan. Semoga ada manfaatnya, mudah-mudahan kita dapat mengambil pelajaran dari ajaran Islam tentang bekerja dan mencari nafkah untuk kepentingan kita mencukupi kehidupan di dunia ini menuju akhirat yang kekal abadi. Amin ya rabbal alamin.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Khutbah ke dua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ،
Hadirin jamaah Jumat Rahimakumullah!
Sebagai simpulan dari khutbah di awal tadi adalah tanggal 1 Mei bukan sekadar tanggal merah, tapi pengingat bahwa Islam memuliakan tangan yang bekerja keras untuk keluarga. Rasulullah Saw. mencium tangan yang kasar karena bekerja. Itu tanda Islam memuliakan buruh. Maka niatkan kerja sebagai ibadah, lelah kita sebagai sedekah untuk keluarga. InsyaAllah, tetesan keringat hari ini jadi saksi pemberat amal kita di yaumil hisab nanti. Bekerja dengan jujur, sungguh-sungguh, dan bertawakal. Karena janji Allah pasti: siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan melihat hasilnya. Di dunia mendapat keberkahan rezeki, di akhirat mendapat pahala jihad.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ، عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرْ

