Khutbah Jum’at: Masa Muda, Kesempatan yang Tak Kembali
Khutbah Jum’at: Masa Muda, Kesempatan yang Tak Kembali
Oleh: Muhammad DN, MHI, Ketua PDM Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan
Khutbah pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ، وَخَلَقَهُ مِنْ ضَعْفٍ،
ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً، ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
نَّحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ نَبَأَهُم بِٱلۡحَقِّۚ إِنَّهُمۡ فِتۡيَةٌ ءَامَنُواْ بِرَبِّهِمۡ وَزِدۡنَٰهُمۡ هُدٗى
Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah Swt!
Marilah senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah, menjaga hati, dan memberikan keberkahan dalam setiap umur yang dianugerahkan kepada hamba-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin!
Masa muda adalah masa keemasan dalam kehidupan manusia. Pada masa inilah kekuatan fisik sedang berada pada puncaknya, semangat membara, akal berkembang, daya ingat kuat, dan keberanian untuk berjuang begitu besar. Allah Swt. berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 54:
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً
"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan kamu setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan kamu setelah kuat itu lemah kembali dan beruban."
Ayat ini mengingatkan bahwa kekuatan manusia tidak berlangsung selamanya. Ada masa ketika seseorang lemah, kemudian menjadi kuat pada masa muda, lalu kembali melemah ketika memasuki usia tua. Karena itu, masa muda bukanlah waktu untuk berleha-leha, melainkan kesempatan emas yang harus digunakan sebaik-baiknya. Rasulullah saw. bersabda:
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ
"Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara, di antaranya masa mudamu sebelum masa tuamu.". (HR. Al-Hakim)
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah!
Masa muda hendaknya menjadi masa untuk menimba ilmu, memperbaiki akhlak, memperkuat iman, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin pada masa yang akan datang. Pemimpin yang baik tidak lahir secara tiba-tiba. Ia dibentuk melalui ilmu yang bermanfaat, pengalaman, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak yang mulia. Oleh karena itu, generasi muda hendaknya bersungguh-sungguh dalam belajar, menghormati guru, memuliakan orang tua, serta menggunakan waktu untuk kegiatan yang membawa manfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Tidak semestinya masa muda hanya dihabiskan untuk kesenangan sesaat, sementara ilmu tidak bertambah, ibadah terabaikan, dan tanggung jawab dilupakan. Masa muda boleh lelah, tetapi jangan sampai lelah itu menjadi sia-sia. Berjuang sekarang, belajar dengan sungguh-sungguh sekarang. Sebab, hasil dari kesungguhan pada masa muda itu dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan pada masa tua.
Masa muda boleh lelah, masa tua menerima upah. Namun, upah yang dimaksud bukan semata-mata harta atau kedudukan, melainkan buah dari ilmu, amal saleh, akhlak mulia, dan kehidupan yang bermanfaat.
Untuk menjadi renungan, tidak ada seorang pun yang mengetahui batas umurnya. Ada orang yang diberi kesempatan hidup hingga usia lanjut, tetapi ada pula yang dipanggil Allah ketika masih muda. Banyak cita-cita yang belum tercapai, banyak rencana yang belum terlaksana, dan banyak kesempatan yang akhirnya terputus karena ajal datang tanpa diduga.
Maka, jangan menunda kebaikan dengan alasan masih muda. Tidak semestinya menunda ibadah dengan alasan masih banyak waktu. Tidak pula menunda belajar dengan alasan masih ada hari esok. karena, masa muda yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Jika hari ini disia-siakan, kelak penyesalan mungkin hanya menjadi cerita yang tidak lagi dapat diperbaiki.
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah!
Lalu, pemuda seperti apakah yang mendapatkan kemuliaan dan naungan Allah pada hari kiamat? Rasulullah saw. menjelaskan tentang tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya. Di antara golongan tersebut adalah pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah dan orang yang hatinya terpaut dengan masjid. Rasulullah saw. bersabda:
شَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ
"Seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah."
Beliau juga menyebutkan:
وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ
"Dan seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid." (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh sebab itu, marilah menggunakan masa muda sebagai kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh, menuntut ilmu, menjaga kehormatan, dan mempersiapkan masa depan yang diridai Allah Swt. tidak menunggu tua untuk menjadi baik. Juga tidak menunggu kehilangan untuk menyadari arti sebuah kesempatan. Selagi usia masih muda, tubuh masih kuat, dan waktu masih tersedia, isilah kehidupan dengan amal yang kelak menjadi bekal di hadapan Allah.
Demikian khutbah ini disampaikan, semoga Allah menjadikan generasi muda kita sebagai generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, mencintai masjid, serta mendapatkan naungan-Nya pada hari kiamat.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
ٱللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
ٱللّٰهُمَّ ٱغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَاتِ، وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَاتِ، ٱلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَٱلْأَمْوَاتِ
ٱللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلتُّقَىٰ وَٱلْعَفَافَ وَٱلْغِنَىٰ.
ٱللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا ٱلَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا ٱلَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا ٱلَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.
ٱللّٰهُمَّ ٱجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ ٱلصَّالِحِينَ، وَٱجْعَلْنَا مِنَ ٱلَّذِينَ يُحَافِظُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُفْسِدُونَ فِيهَا.
ٱللّٰهُمَّ جَنِّبْنَا ٱلْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَٱحْفَظْ بِلَادَنَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَبَلَاءٍ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي ٱلْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ