Khutbah Jum'at: Menyelamatkan Waktu Dari Jajahan Distraksi
Oleh: Muhammad DN, S.Ag, MHI, Oleh: Muhammad DN, MHI, Ketua PDM Hulu Sungai Tengah-Kalimantan Selatan
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا،
تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا.
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا،
وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, kesehatan, serta waktu kepada kita. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Jamaah sidang Jumat Raahimakumullah!
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Waktu sekarang berjalan begitu cepat. Baru kemarin rasanya hari Senin, tahu-tahu sudah malam Senin lagi. Dahulu, sebelum kita memiliki telepon pintar, ketika menunggu antrean atau menunggu jemputan, kita bisa berdzikir, mengobrol, membaca, atau sekadar melamun hingga mendapatkan ide-ide yang bermanfaat. Namun, bagaimana dengan sekarang? Baru duduk dua menit, tangan sudah refleks meraba saku. Yang dicari tentu saja telepon genggam. Niatnya hanya ingin melihat jam, tetapi akhirnya terus menggulir video pendek selama berjam-jam. Ketika tersadar baru kita mengetahui bahwa waktu cepat sekali berlalu.
Inilah yang saat ini dikenal sebagai distraksi berlebih, yaitu kondisi ketika perhatian manusia terus-menerus teralihkan oleh berbagai hal, terutama melalui layar telepon genggam. Distraksi adalah segala sesuatu yang mengalihkan perhatian, pikiran, atau fokus kita dari apa yang sedang dikerjakan atau dipikirkan.
Sebagai contoh, ketika kita berniat atau sedang berzikir pada malam hari, pada saat yang sama terjadi siaran pertandingan Piala Dunia sepak bola. Saat asyik menonton, tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat selama berjam-jam. Seharusnya waktu untuk berzikir dapat digunakan secara maksimal, tetapi justeru waktu tersita bukan untuk tujuan awal, malah waktu terbuang untuk hal yang tidak ada kaitannya dengan tujuan semula.
Distraksi itu semakin parah jika ditambah dengan sifat dasar seseorang yang sudah malas dalam beribadah—disebabkan karena kurangnya ilmu dan besarnya godaan syaitan-- ketika hendak bangun untuk melaksanakan salat tahajud pada dini hari, terasa sangat berat. Namun, apabila pertandingan Piala Dunia disiarkan pada waktu yang bertepatan dengan waktu tahajud, kita dapat bangun dengan mudah tanpa dihantui rasa kantuk yang berarti.
Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah!
Allah SWT telah mengingatkan kita melalui salah satu surat terpendek dalam Al-Qur'an, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu Surah Al-'Ashr ayat 1 sampai 3:
وَٱلۡعَصۡرِ . إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ. إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ
Artinya:
"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran."
Mengapa Allah bersumpah dengan masa? Karena waktu adalah nikmat yang sangat berharga. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah dapat kembali. Setiap detik yang kita lalui adalah bagian dari umur yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Rasulullah Saw. juga mengingatkan kita melalui sabdanya:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari No. 6412)
Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah!
Hadis ini sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Allah telah memberikan kesehatan dan waktu luang sebagai nikmat yang luar biasa. Namun, tanpa kita sadari, banyak waktu yang justru habis untuk hal-hal yang tidak membawa manfaat. Waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk membaca Al-Qur'an, berdzikir, menambah ilmu, berkumpul bersama keluarga, atau membantu sesama, justru habis untuk menggulir media sosial tanpa tujuan yang jelas. Kita menjadi begitu akrab dengan orang-orang di dunia maya, tetapi semakin jauh dengan keluarga yang berada di sekitar kita.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, distraksi dari telepon genggam sering kali membuat kita menunda ibadah, menunda pekerjaan, bahkan lalai untuk berbuat kebaikan seakan hidup selama nya di dunia ini, tanpa kembali kepada sang pencipta. Allah berfirman:
أَفَحَسِبۡتُمۡ أَنَّمَا خَلَقۡنَٰكُمۡ عَبَثٗا وَأَنَّكُمۡ إِلَيۡنَا لَا تُرۡجَعُونَ
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami”. (QS. Al-Mu’minun:115)
Demikianlah khutbah ini disampaikan, semoga Allah Swt melindungi kita dari kerugian tersebut dan membimbing kita agar selalu bisa memanfaatkan waktu yang berharga itu demi untuk tujuan diciptakannya kita, yaitu untuk beribadah dan memberi kemanfaatan kepada semua makhluk-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
ٱلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
ٱللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
ٱللّٰهُمَّ ٱغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَاتِ، وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَاتِ، ٱلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَٱلْأَمْوَاتِ.
ٱللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلتُّقَىٰ وَٱلْعَفَافَ وَٱلْغِنَىٰ.
ٱللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا ٱلَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا ٱلَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا ٱلَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.
ٱللّٰهُمَّ ٱجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ ٱلصَّالِحِينَ، وَٱجْعَلْنَا مِنَ ٱلَّذِينَ يُحَافِظُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُفْسِدُونَ فِيهَا.
ٱللّٰهُمَّ جَنِّبْنَا ٱلْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَٱحْفَظْ بِلَادَنَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَبَلَاءٍ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي ٱلْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Khutbah Jum’at: Memilih Sekolah Anak untuk Kebaikan Dunia dan Akhirat, https://suaramuhammadiyah.id/read/khutbah-jum-at-memilih-sekolah-anak-untuk-kebaikan-dunia-dan-akhirat

