TANAH DATAR, Suara Muhammadiyah — Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Tanah Datar kembali menggelar Pengajian Khusus ke-11 dengan tema besar “Fiqih Pergerakan Muhammadiyah”, Ahad (31/8/2025) di Gedung Indo Jalito, Kota Batusangkar. Acara yang dihadiri para muballigh se-Kabupaten Tanah Datar ini menghadirkan narasumber Dr. Irwandi Nashir, akademisi UIN Bukittinggi sekaligus Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Payakumbuh. Selain dikenal sebagai akademisi, Dr. Irwandi juga merupakan Da’i Sumatera Barat yang dikenal luas dengan dakwah yang mencerahkan.
Dalam materinya bertajuk Menentukan Arah, Bukan Dibawa Arus: Cara Muhammadiyah Membaca Zaman, Dr. Irwandi Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi sosial keagamaan biasa, melainkan gerakan Islam yang kokoh berlandaskan tiga fondasi utama.
Pertama, Sistem Keyakinan, yaitu landasan teologis yang meneguhkan tauhid murni, kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber utama ajaran Islam, serta menolak fanatisme terhadap salah satu mazhab tertentu. Muhammadiyah konsisten memurnikan akidah dan membersihkan praktik keagamaan dari unsur bid’ah yang tidak sesuai syariat Islam.
Kedua, Sistem Pemikiran yang mengedepankan pendekatan rasional dan holistik dalam memahami Islam melalui tiga cara, yakni Bayani (pemahaman tekstual dari Al-Qur’an dan Hadis), Burhani (pemahaman rasional dan logis), serta *'Irfani (pemahaman spiritual untuk keindahan batin). “Muhammadiyah membuka ruang bagi pemikiran yang tidak hanya tekstual, tetapi juga rasional dan spiritual agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman,” ujar Dr. Irwandi Nashir. Pendekatan ini menjadi landasan dalam menerapkan Islam secara progresif dan kontekstual.
Ketiga, Pola Tindakan, yakni strategi dakwah dan amal usaha yang terorganisir dengan prinsip amal yang dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Muhammadiyah mengedepankan amal yang terstruktur, rasional, dan berkemajuan, sehingga mampu menjawab kebutuhan umat dan perubahan sosial secara nyata. Amal usaha seperti rumah sakit, sekolah, dan panti sosial menjadi wujud nyata pola tindakan tersebut.
Ketua Pembina KMM Tanah Datar, H. Afrizon, MA., mengatakan, “Dengan penguatan fiqih pergerakan, para muballigh diharapkan mampu menjaga arah dakwah agar tetap lurus dan terarah, tidak terombang-ambing arus zaman yang semakin kompleks.
"Kegiatan ini menjadi momentum penguatan wawasan muballigh agar terus memberikan kontribusi nyata dalam dakwah yang mencerahkan dan bermanfaat bagi umat," harapnya.