Kokohkan Ideologi dan Kompetensi, PDA Palembang Sukses Gelar Baitul Arqam Angkatan I

Publish

8 June 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
53
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah – Guna memperkuat fondasi keilmuan, keagamaan, serta menyelaraskan visi misi persyarikatan, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kota Palembang sukses menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Kepala Sekolah dan Guru-Guru TK 'Aisyiyah Angkatan I . Kegiatan intensif ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 5–6 Juni 2026 M (bertepatan dengan 18–19 Dzulhijjah 1447 H), bertempat di Aula Panti Aisyiyah Humairoh Palembang.

Sebagai bagian integral dari rangkaian perayaan Milad 'Aisyiyah, Baitul Arqam kali ini diproyeksikan untuk menjangkau total target hingga 132 orang peserta secara bertahap lintas angkatan. Ketua Pelaksana Kegiatan, Nur Azizah, S. Ag. M.Pd.I, membenarkan bahwa penyelenggaraan acara berjalan dengan khidmat dan disiplin tinggi.

“Pada Angkatan I ini, antusiasme awal tercatat diikuti oleh 47 peserta dan berhasil dipertahankan secara konsisten hingga penutupan oleh 42 peserta yang mengikuti seluruh rangkaian materi dan evaluasi ibadah secara ketat,” ungkap Nur Azizah dalam laporan kepanitiaannya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua PDA Kota Palembang, Malida Somadi, S.Pd.I., M.Pd., yang diwakili oleh Dra. Renovlismar, M.Pd, menekankan pentingnya esensi Baitul Arqam dalam mendongkrak kapasitas keilmuan sekaligus keteguhan spiritual bagi pendidik anak usia dini. “Kami dari pleno PDA Palembang menegaskan bahwa keberhasilan acara ini diukur dari kehadiran total di seluruh rangkaian acara serta proses evaluasi berkala yang komprehensif, mulai dari praktik sholat, membaca Al-Qur'an, hingga aktivitas ibadah keseharian lainnya,” ungkap Bunda Renov biasa disapa.

Mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Palembang, Pak Alfian BR dalam sambutannya memaparkan esensi historis dan filosofis dari kegiatan ini. “Baitul Arqam, yang secara harfiah merujuk pada 'Rumah Arqam' sebagai tempat pengkaderan pertama dalam sejarah Islam, dilaksanakan khusus untuk menyiapkan kader dan pemimpin masa depan yang tangguh. Merekalah yang akan melanjutkan, menopang, serta memperkuat semangat perjuangan organisasi 'Aisyiyah, sehingga pada saat yang sama gerakan Muhammadiyah pun menjadi kian kuat di masa depan,” paparnya.

Alpian menambahkan bahwa penguatan kompetensi guru TK sangat vital karena guru merupakan ujung tombak yang mengungkit dan memperkenalkan nilai-nilai bermuhammadiyah kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui program penataan di tingkat Amal Usaha 'Aisyiyah (AUM) ini, para guru dituntut mendedikasikan diri secara utuh dari awal hingga akhir acara serta bersiap mengimplementasikan output kompetensi yang diperoleh di ruang-ruang kelas.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Hanif Elislam, S.Pd., MM, selaku Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Sumatera Selatan. Dalam pengarahannya, beliau menyampaikan penghargaan tinggi dan memaparkan indikator penting keberhasilan sebuah organisasi gerakan. Menurutnya, sebuah perkumpulan dinilai sukses membina kadernya jika Baitul Arqam mampu memberikan kontribusi nyata, terarah, dan dilakukan secara berkesinambungan (kontinyu).

“Seluruh kader di bawah naungan Amal Usaha 'Aisyiyah wajib menginternalisasi etos kerja profesional organisasi, yaitu: Kerja Keras, Kerja Ikhlas, dan Kerja Tuntas . Baitul Arqam ini krusial agar visi, misi, dan nafas gerakan persyarikatan benar-benar menyatu dan berkesinambungan di dalam sanubari setiap pendidik,” tegas Hanif El Islam.

Berdasarkan data dokumen susunan acara resmi, selama dua hari penuh para peserta disuguhkan 5 materi pokok yang komprehensif serta rangkaian uji kompetensi (pre-test dan post-test). Materi tersebut meliputi Materi I: Penguatan Ideologi Muhammadiyah Dalam Pendidikan Anak Usia Dini oleh Nofrizal Nawawi, Lc., M.Pd.I. Materi II: Sekolah Ramah Anak dan Bebas Kekerasan (Implementasi Nilai Islam, Pencegahan Kekerasan Seksual & Bullying Sejak Dini) oleh Dr. Suzanna, M.Kep.

Materi Edukasi Kesehatan: Penguatan Kapasitas Guru TK 'Aisyiyah sebagai First Responder dalam Penanganan Kegawatdaruratan Anak di Sekolah oleh Renny Triwijayanti, M.Kep. Materi III: Fiqih Ibadah Sehari-hari bagi Pendidik oleh Ustadz Mustofa, M.Pd.I. Materi IV & V: Alquran Sebagai Ruh Pendidikan oleh Salewangan, Lc., dilanjutkan dengan pendalaman/praktek ibadah sholat dan membaca Al-Qur'an secara intensif yang dipandu oleh tim MoT (Master of Training) Dr.Ani Ariyati,M.Pd.I yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan tentang Rutin Tadarus dan memperbaiki bacaan Al Qur’an satu pekan sekali dan Pengajian 1 bulanan sekali sebagai salah RTL (rencana tindak lanjut) pasca BA 1 ini.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perubahan iklim saat ini merupakan keniscayaan yang tengah dihadapi....

Suara Muhammadiyah

7 December 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Ahmad Nausrau, alumni Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

16 May 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim Dosen S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Sekolah Pascasarjana (SPs....

Suara Muhammadiyah

8 May 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka mempersiapkan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD....

Suara Muhammadiyah

19 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakar....

Suara Muhammadiyah

3 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah