SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, kemampuan memanfaatkan media digital secara bijak menjadi keterampilan penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Berangkat dari semangat tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berkolaborasi dengan Communication and Media Studies, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Literasi Digital untuk Anak-anak” di SD Muhammadiyah Sidoarum, Sleman, pada 29 Januari 2026.
Kegiatan ini melibatkan dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta, yaitu Mega Ardina, M.Sc. dan Olla Agustia Leriani, M.A., bersama dua dosen dari UiTM Malaysia, yakni Dr. Wan Norbani Wan Noordin dan YM. Assoc. Prof. Dr. Tengku Elena Tengku Mahamad. Kolaborasi internasional tersebut menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat kerja sama akademik antara UNISA Yogyakarta dan UiTM dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Literasi digital kini tidak lagi dipahami sebatas kemampuan menggunakan gawai atau internet. Anak-anak juga perlu dibekali pemahaman mengenai etika berkomunikasi di ruang digital, pentingnya menjaga data pribadi, serta kemampuan membedakan perilaku yang aman dan berisiko ketika menggunakan media digital. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang menggunakan pendekatan yang menyenangkan agar materi mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian masyarakat memberikan edukasi mengenai penggunaan internet yang aman, bijak, dan bertanggung jawab melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Selain itu, hadiah edukatif juga diberikan kepada peserta sebagai pengingat mengenai kebiasaan positif dalam menggunakan internet. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat pesan-pesan literasi digital, sehingga dapat terus diingat dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Mega Ardina, M.Sc., pendidikan literasi digital penting diberikan untuk anak-anak usia sekolah dasar karena mereka tumbuh berdampingan dengan teknologi digital.
"Anak-anak merupakan generasi digital yang memiliki akses terhadap berbagai informasi sejak usia dini. Oleh karena itu, mereka perlu mendapatkan pendampingan agar mampu menggunakan teknologi secara aman, bertanggung jawab, serta memahami etika dalam berinteraksi di ruang digital. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi bekal yang terus mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Kolaborasi bersama UiTM Malaysia juga memberikan pengalaman yang berharga dalam memperkaya perspektif mengenai pendidikan literasi digital di tingkat internasional. Pertukaran gagasan dan pengalaman antarperguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan berbagai program pengabdian yang semakin inovatif dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan pertukaran cendera mata antara Communication and Media Studies, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan SD Muhammadiyah Sidoarum sebagai simbol apresiasi sekaligus komitmen untuk terus mempererat kerja sama dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Momen tersebut mencerminkan bahwa kolaborasi lintas negara tidak hanya menghasilkan pertukaran pengetahuan, tetapi juga memperkuat jejaring kemitraan yang berorientasi pada kemajuan pendidikan.
Program pengabdian seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan dan karakter.

