Konsistensi Menjaga Api Literasi, Haedar Nashir Terpilih sebagai Tokoh Perbukuan Islam 2025

Suara Muhammadiyah

18 June 2025

1561
Haedar Nashir

Haedar Nashir

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dikenal sebagai sosok yang tak kenal lelah dalam menulis. Ratusan tulisannya tersebar di media, baik lokal maupun nasional. Termasuk, penulis tetap Rubrik Bingkai Majalah Suara Muhammadiyah, yang jumlahnya lebih dari 500 tulisan.

Karena itu, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta memilih Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir sebagai Tokoh Perbukuan Islam 2025 dalam agenda Islamic Book Fair Award 2025. Penghargaan tersebut akan diberikan hari ini, Rabu (18/6) dalam panggung utama 23rd Islamic Book Fair 2025 di Jakarta International Convention Center, Senayan Jakarta.

Haedar dinilai menjaga konsistensi menjadikan api literasi sebagai bagian denyut nadi gerakan dakwah dan tajdid Muhammadiyah. Dengan menggunakan cabang pendekatan secara ilmiah, reflektif, dan humanistik, Haedar terus mendorong penguatan jangkar literasi di Muhammadiyah, pada khususnya dan seluruh masyarakat, pada umumnya.

Bagi Haedar, literasi sangat penting. Bukan saja hanya menyangkut aspek membaca dan menulis, tetapi kongruen dengan kemampuan personal dalam menggodok sebuah informasi yang diterima dan didengar. Hal itu sebagai medium untuk menjadikan hidup lebih cerdas dan berbudaya tinggi.

“Negara manapun tidak akan maju jika warganya tidak punya budaya literasi. Kebudayaan hidup karena literasi. Peradaban juga dicapai dengan budaya literasi. Bangsa nir-literasi mudah diperdaya pihak lain, hatta oleh sesama komponen bangsa sendiri,” kata Haedar.

Haedar berpandangan bahwa bangsa Indonesia akan semakin maju jika budaya literasinya bertumbuh-kembang secara luas yang melekat menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Tiada detak jantung tanpa denyut literasi, dan janganlah sia-siakan sedetik waktu berlalu tanpa kesadaran literasi,” tegasnya.

Haedar juga mengajak kepada generasi muda untuk membangun kehidupan yang maju. Kuncinya dimulai dari kebiasaan membaca, menulis, dan gemar main informasi untuk hidup lebih berarti guna merebut masa depan milik kita. “Bukan piawai main game dan rebahan melewati batas. Janganlah sia-siakan sedetik waktu berlalu tanpa kesadaran literasi,” tandasnya.

Memang, tidak dinafikan kalau melihat literatur sejarah, tokoh-tokoh Muhammadiyah sejak zaman dulu, dikenal sebagai penulis dan kutu buku. Mereka bukan hanya ulama, tetapi juga intelektual. Tradisi literasi ini diteruskan oleh generasi berikutnya. Tokoh-tokoh seperti KH Ahmad Dahlan, KH Ahmad Badawi, KH AR Fachruddin, Buya Hamka, Buya Syafi’i Maarif, tumbuh sebagai sosok yang tekun menulis dan membaca.

Dan inilah yang kemudian dilanjutkan oleh Haedar. Haedar secara konsisten menghidupkan api literasi. Karena, “Bangsa Indonesia akan makin maju jika budaya literasinya bertumbuh-kembang secara luas yang melekat menjadi kebiasaan sehari-hari,” timpalnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - “Kalau setiap hari kita belanja dan membawa pulang lima plast....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekan....

Suara Muhammadiyah

20 February 2026

Berita

PULAU SAROK, Suara Muhammadiyah  - Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Aceh Iskandar Muda Hasib....

Suara Muhammadiyah

27 September 2025

Berita

THAILAND, Suara Muhammadiyah - Tim Hizbul Wathan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta ....

Suara Muhammadiyah

29 August 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Selama ini banyak orang merasa tugasnya selesai begitu sampah di....

Suara Muhammadiyah

22 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah