Konsolidasi Pembimbing, Mudzakarah KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta

Suara Muhammadiyah

5 October 2026

175
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Penguatan Kompetensi Jemaah Haji 2027

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menyambut pelaksanaan Ibadah pada tahun 2027 M./1448 M. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta telah menggelar rangkaian acara manasik haji yang dilaunching sejak 31 Mei 2026. Dengan beberapa metode pembelajaran, yang pertama dengan manasik klasikal pada Ahad pertama setiap bulannya, kedua manasik beregu setiap pekan, praktek manasik, penguatan regu rombongan dan kafilah serta  pemantapan saat akan pemberangkatan ke tanah suci.

Manasik klasikal terakhir tahun ini untuk jemaah 2027, akan dilaksanakan pada Ahad 18 Oktober 2026, setelah penyampaian materi akan dilanjutkan dengan pembukaan manasik beregu. Selain itu KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta juga menyediakan layanan khusus berupa manasik haji intensif bagi jemaah haji yang membutuhkan. 

Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan manasik haji beregu yang akan segera dimulai  pada 18  Oktober 2026, KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta melaksanakan acara Mudzakrah KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta, bersinergi dengan LPHU (Lembaga Pembinaan Haji dan Umroh) PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kota Yogyakarta. Dilaksanakan pada Ahad 27 September 2026 di Griya Limasan Resto, Klampok, Bebah, Sleman. Dihadiri oleh PDM bersama PDA Kota Yogyakarta, Pengurus dan seluruh Pembimbing KBIHU. Mudzakarah menjadi forum penguatan dalam pembimbingan, berbagi pengalaman antar para pembimbing, juga evaluasi untuk pemetaan jemaah dalam pereguan.

Agenda Mudzakarah diawali dengan Penguatan Pembimbingan Manasik Haji Beregu yang disampaikan oleh dewan pakar LPHU PP Muhammadiyah, Drs. H. Yusuf Abdul Hasan, M. Ag. tentang Konsep Dasar dan Urgensi Pembimbingan Manasik Haji Beregu serta telaah dan kajian dokumen-dokumen pokok dan buku panduan dalam pembimbingan pendampingan manasik haji Beregu. Yusuf menekankan arti pentingnya visi tujuan, “Visi pembimbingan manasik haji beregu adalah terwujudnya jemaah haji yang mandiri dan mampu melaksanakan ibadah haji secara mandiri sesuai tuntunan Rasulullah Saw.” Tegasnya sesuai dengan motto KBIHU ‘Aisyiyah, “Berhaji sesuai dengan Tuntunan Rasulullah Saw.”

Selanjutnya Uyah (sapaan akrab beliau) mengemukakan bahwa visi tersebut harus bisa  teramati dalam profil dan kompetensi jemaah haji KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta setelah pembimbingan. Jemaah harus kompeten dalam tiga aspek yaitu kompeten dalam pengetahuan (Kompetensi Pengetahuan/KP), kompeten dalam sikap (Kompetensi Sikap/KS) dan kompeten dalam kecakapan (Kompetensi Kecakapan/KK), di dalamnya memuat nilai keadaban sebagai  unsur penentu sukses haji. Sebagaimana tersebut dalam konsep Tri Sukses haji, yaitu Sukses Manasik, Sukses Ekosistem dan Sukses Berkeadaban.

“Buku panduan manasik haji beregu tahun ini disusun dengan menyesuaikan beberapa perubahan yang mendukung tercapainya visi agar kompetensi bisa tercapai. “Semua membutuhkan kemampuan para pembimbing dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif untuk jemaah, rekontruksi pembelajaran dan buku panduan dan semua elemen pendukung lainnya akan terus kita lakukan, untuk konsep pembimbingan yang lebih baik lebih baik bagi calon tamu Allah,” Tandasnya. 

 Sementara Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani, S. Pd.I., M.S.I. saat menyampaikan pengarahan Mudzakarah mengemukakan, “Hari ini kita bermudzakarah, bukan kegiatan atau rapat biasa, karena sebagaimana asal katanya dzakara artinya mengingat, menjadi mudzkarah artinya saling mengingatkan, istilah ini sering digunakan untuk majelis ilmu, pertukaran ilmu dan pikiran mendiskusikan meningkatkan pemahaman agama untuk menyelesaikan  masalah-masalah umat, menjadi majelis ilmu fikir dzikir sekaligus amal.”

Kepada para pembimbing, Aris yang juga Pembimbing KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta juga mengingatkan bahwa di  pundak para pembimbing ada amanah yang sangat berat, yaitu para jemaah haji para calon tamu Allah membutuhkan pembimbingan, mereka sudah menunggu menabung ingin menyiapkan bekal terbaik datang dengan air mata, memendam ketakutan dan harapan agar hajinya nanti sah, dan pembimbing adalah kunci sahnya haji mereka. 

“Allah menitipkan KBIHU ‘Aisyiyah yang paling dipercaya oleh masyarakat, KBIHU  ‘Aisyiyah adalah wajah Muhammadiyah di mata jemaah, sesuai dengan tagline kita ‘Melayani Jemaah haji dengan sepenuh hati sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw.’ Kami titipkan pesan jaga kepercayaan umat, satu-satunya KBIHU milik kita jangan sampai mengecewakan masyarakat, jaga kemurnian tuntunan Nabi Saw sesuai pandangan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiayah,  jangan tergiur ibadah yang tidak dicontohkan oleh Nabi Saw," pungkasnya. 

Ketua KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta, Ir. H. Rowi Sutaryo dalam sambutannya mengemukakan arti pentingnya peningkatan kebermanfaatan pembimbingan untuk para calon tamu Allah dalam meraih kemabruran dalam berhaji.  “Mudzakarah ini adalah untuk menyamakan persepsi, persiapan haji 2027 dengan meyakinkan para jemaah haji agar agar mantap persiapannya sejak dari tanah air, selama di tanah suci dan di tanah air kembali.”

Selanjutnya Rowi menyampaikan beberapa info perhajian yang terkini, bahwa pengkloteran tahun ini belum tentu sama, dan sekarang masih dinamis perkembangannya. Dalam membimbing terkait dengan masalah  fiqih sudah ada tuntunannya dari tarjih, kalau teknis sangat kondisional, memerlukan pemahaman dengan respon cepat dan tepat. Seperti terkait dengan teknis pelaksanaan Dam Haji juga masih kondisional, fatwa tarjih sudah memperbolehkan dilakukan di tanah air karena banyak manfaatnya.

“Mohon info-info ke jemaah kita jaga validitasnya, selalu mengingatkan pada jemaah dalam setiap pertemuan diingatkan selalu menjaga kondisi, seminggu atau dua minggu ke depan akan ada pelunasan, bila jemaah ada riwayat penyakit risti (resiko tinggi) selalu diingatkan untuk rajin menjaga dan memantau kesehatannya," imbuhnya.

Sebagai penanggung jawab Mudzakaroh, Joko Wisono, S.PD.I. menggarisbawahi hasil mudzakarah dan beberapa kebijakan pengurus. Pada para pembimbing diingatkan, pertama  untuk  selalu meningkatkan kompetensinya, terutama penguasaan materi dan juga kreatifitas mengelola pembelajaran dalam manasik beregu karena akan berkorelasi langsung dengan out put jemaah. Juga siap hadir pada saat pelaksanaan manasik pada Ahad 18 Oktober 2026 di Masjid Islamic Centre Universitas ahmad Dahlan. Kedua, bersamaan dengan pelaksanaan manasik haji beregu untuk jemaah 2027, KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta akan mendampingi jemaah haji  2028 dengan menggelar manasik klasikal yang berkelanjutan. Ketiga, KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta akan mengikuti Expo yang dihelat oleh Kemenhaj pada tanggal 23 sd 25 Oktober di hotel Rohan, dengan membuka stand dalam rangka tri sukses haji, mohon semua pembimbing berpartisipasi aktif untuk jadi relawan. 

Acara ditutup dengan pembagian regu dan pembimbing yang berbasis pada kewilayahan/Kemantren. Pembentukan regu dengan pertimbangan efektivitas dalam pembelajaran manasik, jadi tidak otomatis akan menjadi regu saat pelaksanaan ibadah haji nantinya, karena selalu ada dinamika kelompok dalam proses pembimbingan dalam rangka ikhtiyar meraih taqwa sebagai bekal terbaik dalam berhaji. (S. Intani)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Pro....

Suara Muhammadiyah

29 March 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) kembali menorehkan ....

Suara Muhammadiyah

24 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan moment milad Muhammadiyah ke-111, pada Sabtu 18 N....

Suara Muhammadiyah

22 November 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Ba....

Suara Muhammadiyah

3 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Tri Hastuti Nu....

Suara Muhammadiyah

15 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah