Kontribusi Riset dan Inovasi, UMM Raih 9 Paten HaKI

Publish

30 April 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1177
UMM

UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Sebagai pusat pengetahuan dan teknologi yang berkembang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki sejumlah temuan yang signifikan dari beragam kegiatan riset, pengembangan, rekayasa, dan inovasi. Terbaru, sederet dosen UMM bertemu dengan pemeriksa Direktorat Jenderal Kekayaan Indonesia (DJKI), pada 24 April lalu. Menariknya, para dosen itu berhasil mendapatkan 9 sertifikat paten yang dapat menunjang akreditasi kampus. 

Sofyan Arief, selaku ketua Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) UMM mengatakan bahwa dengan sertifikasi yang telah didapatkan menunjukkan eksistensi UMM yang siap bersaing di dunia industri. Produk paten yang dipresentasikan telah diajukan kurang lebih awal bulan Maret 2024 lalu. 

“Produk yang ditawarkan murni dari hasil temuan dosen UMM. Dengan begitu baik kampus dan para dosen yang berhasil meraih sertifikat paten memperoleh benefit yang istimewa. Salah satunya naiknya golongan jabatan para dosen,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Sofyan menjelaskan, salah satu temuan yang sukses dipatenkan adalah Metode Pembuatan Belokan Pipa Model Irisan dengan Optimalisasi Koefisien garapan Dr. Ir. Moh. Abduh, S.T., M.T.,IPM.,ACPE.,ASEAN Eng. Metode yang diciptakan Abduh sungguh canggih dan rapi. Apalagi saat ini, proses memotong pipa model irisan diperlukan waktu dan tenaga yang besar tetapi hasilnya tidak maksimal. Maka, melalui temuan dosen UMM, hasil dari pemotongan didapatkan dengan sempurna. 

Sofyan, juga menyampaikan bahwa saat ini metode pembelokan pipa model irisan tersebut masih menjadi konsumsi kampus saja. Namun baik HaKI UMM dan Abduh selaku pencipta metode tersebut tengah mempersiapkan penawaran dengan cakupan yang lebih luas, seperti ke industri dan perusahan. 

Keberhasilan mendapatkan sembialn sertifikat paten tidak lepas dari monitoring yang dilakukan oleh HaKI UMM. Sofyan menyatakan, tiap bulannya tim HaKI UMM selalu memastikan proses dan hasil produk karya para dosen. Meski begitu, tidak jarang beberapa penelitian gagal. “Biasanya penelitian yang tidak tidak berhasil karena faktor eksternal. Misalnya saja karena bakteri yang ada di dalam penelitian bidang bioteknologi atau alat yang kurang lengkap dalam penelitian bidang evaluatif,” katanya. 

Adapun saat ini, HaKI UMM terus meningkatkan jumlah dosen yang mendapatkan sertifikasi paten. Selain itu juga mendorong dosen UMM untuk selalu berkarya dan mendapatkan apresiasi. Menurutnya, UMM tidak boleh puas dengan banyaknya paten yang sudah didapat. Namun harus mampu mencetuskan ide, inovasi, dan solusi lain. 

“Saat ini kami telah mempersiapkan para dosen untuk sertifikasi paten kembali dan masih dalam proses penelitian. Semoga setelah ini UMM mendapatkan lebih banyak sertifikat paten karena dapat menunjang akreditasi kampus dan prestasi dosen,” pungkasnya. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Rangkaian pelaksanaan Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VII Nasional ....

Suara Muhammadiyah

8 March 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Adanya berbagai perbedaan penafsiran terhadap Undang-undang Informasi d....

Suara Muhammadiyah

28 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bulan Ramadhan tahun 1445 telah tiba, niscaya semua orang ber....

Suara Muhammadiyah

12 March 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Manajemen S1 Universitas Muhammadiyah Pu....

Suara Muhammadiyah

29 October 2023

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah -  Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Majenang, meraih juar....

Suara Muhammadiyah

5 August 2025