Kukuhkan 519 Da'i Muda, Ketua PWM Sulsel: Tak Ada Lagi Alasan Kurang Muballigh

Publish

25 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
53
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi mengukuhkan 519 Da’i Muda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Km-10, Makassar, Sabtu, 25 April 2026. 

Pengukuhan dilakukan oleh Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Dr Waluyo Lc MA, disaksikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel Prof Ambo Asse, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sulsel, serta Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel, dan pimpinan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah Tingkat Wilayah Sulsel.

“Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sangat mengapresiasi atas program dan hasil yang telah dilakukan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulawesi Selatan saat ini menempati rangking pertama program pelatihan muballigh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia. Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulsel paling produktif kegiatannya dalam hal Sekolah Tabligh,” kata Waluyo.

Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah lain juga aktif, kata Waluyo, terutama Majelis Tabligh Muhammadiyah Jawa Tengah dan Sumatera Utara.

“Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat ini punya program Sertifikasi Muballigh dan ini kelanjutan dari DMM. Muballigh yang telah mengikuti Sertifikasi Muballigh akan mendapatkan gelar Muballigh Muhammadiyah Pusat disingkat MMP. Setelah itu akan ada lagi Sertifikasi Muballigh Muhammadiyah Internasional dan akan mendapat gelar Muballigh Muhammadiyah Internasional disingkat MMI,” sebut Waluyo.

Apresiasi kepada Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulsel juga diberikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse. 

“Tidak ada lagi alasan kurang muballigh, kurang ustadz. Majelis Tabligh sudah memproduksi 519 Da’i Muda Muhammadiyah, dari 770 yang ikut sekolah tabligh. Kita harus menginventarisai kegiatan-kegiatan ananda semua. Dijadwalkan memberi pengajian di daerah, dijadwalkan di cabang, dijadwalkan di ranting, memberikan pengajian di amal usaha Muhammadiyah, memberikan pengajian di masjid-masjid Muhammadiyah. Ini nanti semua yang berhak mendapatkan Sertifikasi Muballigh Muhammadiyah,” kata Ambo Asse.

Para Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulsel diharapkan memanfaatkan para da’i muda alumni Sekolah Tabligh Muhammadiyah Sulsel yang umumnya sudah sarjana (S1) dan bahkan ada yang sudah magister (S2).
“Harus dimanfaatkan. Jangan sampai dibiarkan. Kalau dibiarkan, diambil oleh orang lain lagi. Amal usaha saja diambil oleh orang, apalagi kalau orang,” kata Ambo Asse sambil tersenyum.

Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulsel, Dr Nurdin Mappa, dalam sambutannya mengatakan, pengukuhan Da’i Muda Muhammadiyah bukan sekadar seremoni pengukuhan melainkan bai’at baru.

“Bai’at untuk jadi pelanjut risalah Nabi. Alumni Sekolah Tabligh bukan alumni biasa. Kalian adalah pasukan panah dakwah. Panah kalau tidak dilepas, ia hanya kayu. Alumni kalau tidak bergerak, ia hanya nama di sertifikat. Maka setelah hari ini, tidak ada kata ‘selesai sekolah’. Yang ada adalah ‘mulai bertugas’,” kata Nurdin.

Ia mengatakan, DNA Muhammadiyah yaitu KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah lewat tabligh. 
“Beliau keliling kampung, keliling pasar, bukan cuma di mimbar. Beliau ajarkan Al-Ma’un, surah pendek, tapi gebrakannya panjang. Dari teologi ke aksi. Dari pengajian ke penyelesaian. Itulah Islam Berkemajuan. Islam yang tidak betah melihat umat bodoh, miskin, sakit. Maka tabligh kita bukan cuma bil lisan, tapi bil hal, bil mal, bil qolam, bil ilm,” kata Nurdin.

Para da’i muda Muhammadiyah diharapkan memahami medan dakwah hari ini. Medan dakwah sudah pindah dari surau ke TikTok, dari pengajian akbar ke grup WA, dari mimbar kayu ke podcast. 

“Umat hari ini kena banjir informasi, tapi kekeringan teladan. Hoaks lebih cepat dari hadits. Joget lebih viral dari ngaji. Kalau mubaligh Muhammadiyah diam, maka ruang publik akan diisi orang yang tidak paham agama dan tidak paham Muhammadiyah,” kata Nurdin.

Ketua Panitia Pengukuhan Da’i Muda Muhammadiyah, Asnawin Aminuddin, dalam laporannya, mengatakan, ke-519 da’i muda Muhammadiyah yang telah dikukuhkan adalah alumni Sekolah Tabligh Muhammadiyah Sulsel Angkatan Kedua. 

“Sekolah Tabligh Angkatan Pertama diadakan tahun lalu, dikukuhlan pada bulan Februari 2025, dengan jumlah alumni 27 orang. Sekolah Tabligh Muhammadiyah Sulsel Angkatan Kedua ini menghasilkan 519 da’i muda, dari 770 peserta secara keseluruhan. Jadi ada lebih dari 200 peserta yang tidak lulus,” kata Asnawin.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TRIPOLI, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Libya menyelenggara....

Suara Muhammadiyah

4 March 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Shalat tarawih merupakan shalat yang ditunaikan khusus di bulan ....

Suara Muhammadiyah

5 March 2026

Berita

REMBANG, Suara Muhammadiyah – Semangat perubahan terasa kuat di Kabupaten Rembang saat Pimpina....

Suara Muhammadiyah

4 April 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Depok menyelenggarakan turna....

Suara Muhammadiyah

23 October 2023

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakart....

Suara Muhammadiyah

9 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah