Kunci Sukses Proposal Hibah Internasional

Publish

6 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
68
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Obby Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd., Ph.D., berbagi pengalaman dan strategi mengenai pentingnya mengakses hibah internasional sebagai bagian dari penguatan kualitas riset dan internasionalisasi perguruan tinggi.

Obby mengajak untuk melihat hibah internasional bukan semata sebagai sumber pendanaan, melainkan sebagai pintu masuk membangun jejaring kolaborasi global dan memperluas dampak penelitian.

Ia menyampaikan, keterlibatan akademisi dalam skema pendanaan luar negeri berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas riset sekaligus memperkuat posisi universitas dalam percaturan akademik internasional.

“Ketika kita terlibat dalam hibah internasional, kita sedang membuka ruang dialog dengan peneliti lintas negara dan membawa isu-isu lokal untuk dibahas di level global,” ungkap Obby, Kamis, (5/2).

Lebih lanjut, Obby membagikan karakteristik umum proposal hibah internasional yang kompetitif. Menurutnya, proposal harus berangkat dari pernyataan masalah yang jelas, memiliki relevansi kuat dengan tantangan global maupun lokal, serta menawarkan kebaruan yang bernilai akademik.

Ia menambahkan, lembaga donor internasional juga menilai sejauh mana riset memberikan dampak sosial yang nyata dan memiliki keberlanjutan program setelah pendanaan berakhir.

Dalam kesempatan itu, Obby turut memetakan peluang topik strategis yang potensial dikembangkan oleh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, khususnya isu pendidikan moral dan karakter, pembelajaran berbasis layanan (service learning), serta pendidikan inklusif.

Selain itu, isu migrasi, multikulturalisme, dan tantangan pendidikan di masyarakat majemuk dinilai relevan jika dikaitkan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurutnya, penyelarasan topik riset dengan isu global menjadi strategi penting agar proposal memiliki daya saing di tingkat internasional dan mampu menarik minat lembaga donor.

Bagi akademisi pemula, Obby menyarankan untuk membangun rekam jejak secara bertahap melalui hibah skala kecil, publikasi di jurnal bereputasi, serta keaktifan dalam jejaring penelitian internasional.

Ia juga mendorong dosen untuk aktif belajar dari proposal-proposal yang telah berhasil didanai sebagai referensi dalam merangkai narasi proposal yang kuat.

Melalui sesi berbagi ini, lanjutnya, diharapkan semakin banyak dosen UMS yang terdorong berani menembus hibah internasional, sehingga kontribusi akademisi UMS dapat memberi dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat global. (Yusuf/Humas)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 134 murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat So....

Suara Muhammadiyah

3 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kebutuhan insinyur di bidang jembatan dianggap masih tinggi untuk m....

Suara Muhammadiyah

18 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bulan Rabi'ul Awwal menjadi bulan yang membawa kebahagiaan, karena ....

Suara Muhammadiyah

22 September 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menyelenggarakan kegiatan....

Suara Muhammadiyah

6 February 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa prodi PIAUD semester satu kelas non reguler UM Bandung sukse....

Suara Muhammadiyah

29 January 2024