JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suasana perkuliahan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) terasa berbeda ketika kegiatan belajar dilaksanakan di Gedung Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UHAMKA memperoleh pengalaman belajar secara langsung untuk memahami Pancasila tidak hanya sebagai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai landasan nilai dalam dunia pendidikan.
Kegiatan yang didampingi dosen pengampu mata kuliah PPKn, Akmaluddin Rachim, S.H., M.H., menghadirkan narasumber Sari Wiji Astuti dan Toha Rukmana dari Tim Bidang Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi BPIP. Keduanya memaparkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara sekaligus pedoman moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Akmaluddin Rachim menegaskan bahwa pendidikan sains dan pendidikan karakter memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, pembelajaran Biologi tidak hanya membahas kehidupan secara ilmiah, tetapi juga perlu mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, musyawarah, dan cinta tanah air, terutama saat mengkaji isu lingkungan maupun bioetika.
"Biologi mengajarkan tentang kehidupan. Pancasila mengajarkan bagaimana kita hidup bersama. Keduanya harus berjalan beriringan," ujarnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan diajukan terkait implementasi nilai toleransi, tanggung jawab sosial, serta etika dalam kegiatan laboratorium dan pembelajaran di sekolah. Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi sebagai bagian dari rangkaian kunjungan akademik.
Melalui pengalaman belajar di luar kelas tersebut, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UHAMKA terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang unggul di bidang sains, berkarakter Pancasila, serta siap menjadi pendidik profesional yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.(hendra)

