WONOGIRI, Suara Muhammadiyah – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap lingkungan mewarnai pelaksanaan kegiatan Kurban Link 2026 yang diselenggarakan di Dusun Gunung Wangunan RT 01/RW 10, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, Rabu (27/5).
Kegiatan ini mengusung tema “Menghubungkan Hati, Menebar Rahmat, Menjaga Bumi”, sebagai wujud sinergi antara nilai ibadah, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Kurban Link merupakan kegiatan kolaboratif yang melibatkan Alumni Ponpes Muhammadiyah Imam Syuhodo Angkatan 20, PPTQ Shirotunnajah, dan Majelis Lingkungan Hidup PCM Blimbing, serta masyarakat setempat.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan amanah para shohibul kurban kepada masyarakat di wilayah pelosok sekaligus mengedukasi pentingnya pelaksanaan kurban yang ramah lingkungan.
“Pada kegiatan perdana ini, Alhamdulillah panitia berhasil menghimpun 19 ekor kambing kurban dari Shohibul kurban yang kemudian didistribusikan ke beberapa titik penerima manfaat. Sebanyak 2 ekor kambing disalurkan kepada SMK Muhammadiyah Giriwoyo, 6 ekor kambing di Dusun Tirisan, dan 11 ekor kambing di Dusun Gunung Wangunan,” ujar Sholikin, Ketua Panitia Kurban Link.
Tidak hanya berfokus pada distribusi hewan kurban, kegiatan ini juga mengedepankan aspek pelestarian lingkungan. Untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, panitia menggunakan besek bambu dan daun jati sebagai kemasan daging kurban.
Awaludin, Majelis Lingkungan Hidup PCM Blimbing menjelaskan bahwa program ini bermula dari melihat praktik berbagi kurban yang secara umum menggunakan plastik, meskipun murah dan "terkesan" simple, namun ternyata menyisakan PR yang cukup besar bagi ekologi, yaitu sulit terurainya plastik dan membutuhkan waktu yang relatif tidak sebentar.
“Di sisi lain, ada kebanggaan tersendiri secara local wisdom masyarakat, ketika berbagi makanan kepada sesama, sudah tidak asing dengan media besek dari bambu maupun daun jati,” tuturnya.
Melalui kegiatan Kurban Link ini, panitia berharap semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, manfaat kurban tidak hanya dirasakan pada hari pelaksanaannya, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. (HKR)

