KAKILIMA PCPM - PCNA Ngaglik Ajak Anak Muda Hadapi Kecemasan di Malam Tahun Baru

Suara Muhammadiyah

1 January 2026

615
Istimewa

Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah — Isu kesehatan mental dan kecemasan kolektif menjadi sorotan dalam kegiatan KAKILIMA (Kajian Keliling Lintas Kampung dan Masjid) yang digelar PCPM Ngaglik bersama PCNA Ngaglik pada malam pergantian Tahun Baru, Selasa (31/12/2025).

Bila tahun baru biasanya berbicara soal harapan dan impian di tahun depan. Agaknya tahun ini, kecemasan jadi isu cukup sentral di kalangan masyarakat. Suatu anomali yang nyata terjadi saat ini.

Kegiatan KAKILIMA berlangsung di Gedung Pusdiklat PP Muhammadiyah, Jalan Kaliurang Km 8, Sleman, dari seusai salat Isya hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Forum ini diikuti lebih dari 60-an kader muda Muhammadiyah Ngaglik dan masyarakat sebagai ruang refleksi akhir tahun.

Ketua PCPM Ngaglik, Muhammad Zulfi Ifani, menyampaikan bahwa KAKILIMA menjadi ikhtiar untuk menjaga soliditas gerakan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.  “Di era seperti sekarang, kita harus bersatu padu dan sering-sering berkumpul. Kebaikan akan jauh lebih solid ketika dijalankan dalam satu barisan,” ujarnya.

Sebagai narasumber, panitia menghadirkan Lya Fahmi, seorang influencer, psikolog sekaligus Kader Nasyiatul Aisyiyah yang dikenal kritis dalam membahas relasi antara kesehatan mental dan kondisi sosial. Lya sebelumnya viral di media sosial melalui konten yang menyoroti klien stres bukan karena persoalan pribadi, melainkan karena persoalan negara dan krisis kepercayaan.

Dalam forum tersebut, Lya menjelaskan bahwa, “Rasa cemas, marah, lelah, dan emosi itu wajar di era sekarang. Kita hidup di tengah banjir informasi dan ketidakpastian,” kata Lya.

Ia mencontohkan pengalaman beberapa waktu lalu saat klien datang dengan kondisi emosional sejak awal sesi. “Ada klien yang langsung menangis dan mengatakan putus asa menjadi warga negara. Ia merasa rakyat tidak dihargai dan tidak didengarkan, terutama ketika melihat penanganan korban bencana di Sumatera,” tuturnya.

Fenomena tersebut, menurut Lya, menegaskan bahwa kesehatan mental tidak dapat dipahami semata-mata sebagai persoalan individu. Kondisi psikologis seseorang juga sangat dipengaruhi oleh situasi sosial dan politik, termasuk sejauh mana masyarakat merasakan keadilan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, persoalan mental saat ini bersifat kolektif dan membutuhkan respons bersama, salah satunya melalui ruang perjumpaan dan kebersamaan.

Melalui KAKILIMA, PCPM dan PCNA Ngaglik berharap anak muda memiliki kesadaran mental yang lebih baik serta mampu saling menguatkan dalam menghadapi tantangan zaman.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Lima Bank Syariah Mitra Unismuh Makassar hadir dalam pertemuan yang d....

Suara Muhammadiyah

19 October 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah — Dalam upaya menyiapkan kader khatib yang mumpuni dan berjiwa dakw....

Suara Muhammadiyah

20 October 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar Sidang Senat Terbuka ....

Suara Muhammadiyah

26 October 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Upaya penguatan tata kelola wakaf nasional terus diperluas. LSP Muhamm....

Suara Muhammadiyah

20 January 2026

Berita

BANDARSERIBEGAWAN, Suara Muhammadiyah - Kunjungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke ....

Suara Muhammadiyah

21 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah