Laboratorium Akademik dan Sosial, UMY Terjunkan 1.587 Mahasiswa

Publish

3 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
39
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara resmi menerjunkan 1.587 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026 dengan mengusung tagline “Aksi Nyata Berdampak untuk Semua.” Program ini menjadi bagian dari komitmen UMY dalam mengintegrasikan Tridharma Perguruan Tinggi dengan pengabdian langsung kepada masyarakat melalui pendekatan lintas disiplin ilmu.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes dalam sambutannya mejelaskan KKN UMY diposisikan sebagai laboratorium sosial yang mempertemukan mahasiswa dengan realitas kehidupan masyarakat secara langsung, baik dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, maupun budaya. 

Ia menegaskan “Aksi Nyata Berdampak untuk Semua” bukan sekadar jargon, melainkan refleksi dari perjalanan panjang Muhammadiyah dan UMY dalam pengabdian kepada masyarakat. 

“Kalau kita menyatakan berdampak untuk semua, itu sesungguhnya adalah apa yang sudah dilakukan dalam sekian puluh tahun oleh Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Konsep berdampak untuk semua itu salah satunya adalah konsep rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya dalam acara Seremoni Penerjunan Kuliah Kerja Nyata UMY Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin, (2/2) di Sportorium UMY. 
 
Supriyatiningsih menjelaskan bahwa mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan mulai dari kedokteran, keperawatan, teknik, farmasi, hingga kedokteran gigi selama ini terbiasa belajar di laboratorium akademik masing-masing. Melalui KKN, seluruh mahasiswa dipertemukan dalam satu laboratorium besar yang sama, yakni kehidupan sosial masyarakat. 

Untuk itu, Supriyatiningsih berpesan agar mahasiswa menjaga sikap, etika, dan kepribadian selama menjalankan KKN. Mahasiswa UMY diminta menampilkan karakter yang menjunjung tinggi nilai toleransi, penghormatan terhadap masyarakat setempat, serta tidak bersikap merendahkan kelompok lain. 

“Adik-adik peserta KKN harus ingat di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung sebagai prinsip utama dalam berinteraksi di tengah masyarakat,” 

Senada dengan hal tersebut, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A Bendahara Badan Pembina Harian (BPH) UMY menekankan KKN merupakan fase penting dalam perjalanan intelektual dan moral mahasiswa. 

“KKN adalah satu di antara perjalanan kita dalam mencari, menegaskan, dan mengonfirmasi ilmu yang selama ini kita tuntut di bangku kuliah. Laboratorium besar kehidupan ini sering kali memiliki norma dan aturan yang tidak tertulis, tetapi sangat berdampak dan memberikan pelajaran kepada kita,” tutur Ikhwan.

Berbeda dengan laboratorium akademik yang memiliki prosedur baku dan tertulis, kehidupan masyarakat menuntut kepekaan sosial dan kemampuan membawa diri. Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk selalu menjaga akhlak, bersikap santun, dan mengingat identitas sebagai mahasiswa UMY melekat dalam setiap langkah mereka di tengah masyarakat.

“KKN ini diharapkan benar-benar menjadi perwujudan tagline “Aksi Nyata Berdampak untuk Semua”, bukan hanya bagi masyarakat sasaran, tetapi juga bagi pembentukan karakter dan kedewasaan mahasiswa itu sendiri,” pungkasnya. 

Adapun 1.587 mahasiswa KKN tersebut tersebar ke beberapa wilayah DIY dan sekitarnya dengan skema KKN berbeda. Sebanyak 1.411 mahasiswa mengikuti skema KKN Reguler yang akan ditempatkan di Kabupaten Boyolali, Pacitan, serta sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta meliputi Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul. 29 mahasiswa mengikuti skema KKN Tematik Lingkungan yang merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dan UMY dengan fokus utama pada persoalan sampah. Kemudian 147 mahasiswa mengikuti skema KKN Muballigh Hijrah dan ditempatkan di Banjarnegara, Bantul, dan Sleman. (NF)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kerusakan lingkungan dan krisis iklim terus terjadi karena keserakahan....

Suara Muhammadiyah

29 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam melakukan segala hal, seorang muslimah harus memiliki ku....

Suara Muhammadiyah

4 September 2024

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah – Didik Suhardi, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kele....

Suara Muhammadiyah

3 November 2025

Berita

KAMPAR, Suara Muhammadiyah - Haji Bustanul Arifin kader Muhammadiyah Kampar, Riau yang berprofe....

Suara Muhammadiyah

9 March 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Perkembangan teknologi informasi akhir-akhir ini semakin tak terhindark....

Suara Muhammadiyah

4 November 2023