Langkah Nyata Menjadi Kader yang Mu’min, Muhsin, dan Muttaqin

Publish

9 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
35
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Langkah Nyata Menjadi Kader yang Mu’min, Muhsin, dan Muttaqin

Oleh : Dr. Jaharuddin, Dosen FEB Universitas Muhammadiyah Jakarta

Menjadi kader Muhammadiyah bukan hanya soal kehadiran dalam rapat, loyalitas pada keputusan, atau kesibukan dalam program kerja. Kader adalah wajah gerakan, dan kualitas gerakan sangat ditentukan oleh kualitas ruhani dan akhlak orang-orang yang menggerakkannya. Karena itu, menjadi mu’min, muhsin, dan muttaqin bukanlah cita-cita abstrak, melainkan standar hidup yang harus dibangun secara sadar, terukur, dan konsisten.

Seorang mu’min adalah pribadi yang imannya hidup, bukan sekadar identitas. Iman yang hidup tampak dari orientasi yang lurus. Maka langkah pertama yang harus dibangun adalah latihan tauhid harian. Tauhid tidak cukup diyakini; ia harus diperbarui setiap hari. Mulailah pagi dengan meluruskan niat secara sadar, hari ini bekerja untuk mencari ridha Allah, bukan untuk pengakuan manusia. Kebiasaan sederhana menuliskan atau mengucapkan niat sebelum memulai aktivitas akan menjaga arah batin. Tambahkan dzikir yang fokus setelah Subuh atau Isya, bukan sekadar melafalkan, tetapi menghadirkan makna. Latih juga tawakal dalam keputusan-keputusan kecil. Saat menghadapi tekanan pekerjaan atau dinamika organisasi, biasakan bersandar kepada Allah sebelum bereaksi. Puasa sunnah dapat menjadi sarana efektif melatih kendali diri dan menekan ego. Jika latihan ini konsisten, tanda keberhasilannya adalah berkurangnya kecemasan berlebihan dan meningkatnya ketenangan saat menghadapi kritik atau kegagalan.

Namun iman tidak tumbuh tanpa evaluasi. Karena itu, muhasabah harus menjadi kebiasaan terstruktur, bukan sekadar wacana. Sediakan waktu khusus setiap pekan, meski hanya lima belas menit, untuk menilai diri sendiri secara jujur. Tanyakan pada diri, apakah shalat saya semakin khusyuk atau semakin tergesa? Apakah amanah organisasi saya selesaikan tepat waktu? Apakah ada orang yang tersakiti oleh lisan saya minggu ini? Catat jawabannya tanpa membela diri. Pilih satu hal konkret untuk diperbaiki pekan berikutnya. Jangan banyak-banyak, cukup satu yang realistis. Disiplin kecil yang konsisten jauh lebih efektif daripada tekad besar yang cepat padam.

Disiplin ibadah adalah fondasi yang tidak bisa ditawar. Aktivisme tanpa ibadah yang kuat akan melahirkan kelelahan batin dan kekosongan makna. Shalat tepat waktu, terutama di awal waktu, harus menjadi standar pribadi. Tilawah satu halaman per hari, meski terasa sedikit, akan menjaga koneksi dengan wahyu. Qiyamul lail dua rakaat sekali dalam sepekan dapat menjadi titik balik yang sunyi dan jujur antara hamba dan Tuhannya. Sedekah rutin, walaupun kecil, melatih hati agar tidak terikat pada dunia. Jika ibadah terjaga, biasanya emosi lebih terkendali, kesabaran meningkat, dan hati lebih mudah menerima nasihat.

Menjadi muhsin berarti menghadirkan kualitas dan ketulusan dalam kerja organisasi. Ihsan bukan sekadar bekerja selesai, tetapi bekerja dengan standar terbaik yang mampu kita capai. Datang tepat waktu dalam setiap agenda adalah bentuk penghargaan terhadap amanah. Tidak menyebarkan konflik internal ke ruang publik adalah bentuk kedewasaan. Mengkritik gagasan tanpa menyerang pribadi adalah tanda akhlak yang matang. Menuntaskan satu amanah sebelum menerima amanah baru adalah wujud tanggung jawab. Sebelum berbicara dalam forum, biasakan bertanya dalam hati, apakah ini untuk memperbaiki keadaan atau sekadar memenangkan ego? Jika kebiasaan ini tumbuh, organisasi akan terasa lebih teduh dan produktif.

Sementara itu, muttaqin adalah pribadi yang menjaga diri, bahkan ketika tidak ada yang melihat. Takwa tercermin dalam akhlak sosial yang halus dan konsisten. Latih diri untuk menahan respon selama beberapa detik ketika emosi muncul. Biasakan menyapa lebih dulu dan mendengarkan sampai tuntas sebelum berbicara. Sampaikan kritik secara pribadi, bukan di depan umum. Doakan orang yang berbeda pandangan dengan kita, bukan memendam prasangka. Setiap malam, tanyakan dengan jujur, adakah orang yang tersakiti oleh sikap saya hari ini? Jika ada, niatkan untuk memperbaikinya esok hari. Kebiasaan sederhana ini akan menjaga hati tetap lembut.

Semua langkah ini tampak kecil dan mungkin tidak heroik. Namun justru di situlah letak kekuatannya. Gerakan besar sering runtuh bukan karena kurangnya program, tetapi karena lemahnya karakter penggeraknya. Jika setiap kader membangun tauhidnya setiap hari, mengevaluasi dirinya setiap pekan, menjaga ibadahnya dengan disiplin, bekerja secara profesional, dan merawat akhlak sosialnya, maka kualitas gerakan akan terangkat dengan sendirinya.

Menjadi mu’min, muhsin, dan muttaqin bukan proses instan. Ia adalah perjalanan yang panjang dan terkadang melelahkan. Namun ia dimulai dari keputusan sederhana, berhenti menyalahkan keadaan dan mulai membenahi diri. Bukan menunggu perubahan besar, tetapi memulai dari kebiasaan kecil yang diulang dengan tekun. Dari situlah ruh kader tumbuh, dari situlah integritas terjaga, dan dari situlah Muhammadiyah akan terus bergerak dengan kekuatan moral yang kokoh.

Pada akhirnya, pertanyaan yang harus kita jawab bukanlah seberapa banyak jabatan yang pernah kita emban, tetapi seberapa dalam iman yang kita rawat. Bukan seberapa sering kita tampil di depan, tetapi seberapa jujur kita saat sendirian. Di sanalah kualitas seorang kader diuji, dan di sanalah nilai mu’min, muhsin, dan muttaqin benar-benar menemukan maknanya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Bahas di Atas Meja Oleh: Iu Rusliana, Penulis adalah Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa ....

Suara Muhammadiyah

3 December 2025

Wawasan

Semut atau Suku Manusia? Menyingkap Perdebatan Terjemahan Surat An-Naml Ayat 18 Oleh: Donny Syofyan....

Suara Muhammadiyah

1 May 2026

Wawasan

Bercermin pada Kampung Halaman Oleh: Ahsan Jamet Hamidi Anda pulang kampung saat liburan Idulfitri....

Suara Muhammadiyah

31 March 2026

Wawasan

Oleh: Ayu Nadya, Mahasiswa S1 Akuntansi Tahun 2021 ITB Ahmad Dahlan Program KKN Plus Institut Tekno....

Suara Muhammadiyah

6 September 2024

Wawasan

Oleh: Rizal Bahara, STP, MM Sumber daya alam mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia. Sumb....

Suara Muhammadiyah

19 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah