JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjalin sinergi program dengan Badan Amil Zakat Nasional dalam pengiriman 240 mushaf Al-Qur’an bagi masyarakat binaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), komunitas marginal perkotaan, hingga warga binaan di lembaga pemasyarakatan, Rabu (24/6).
Mushaf-mushaf tersebut akan menjangkau berbagai titik dakwah yang selama ini menjadi fokus pembinaan, termasuk kawasan pedalaman, perbatasan, pulau-pulau terpencil, komunitas mualaf, masyarakat rentan, serta kelompok-kelompok marginal yang memiliki keterbatasan akses terhadap sarana pembelajaran keagamaan.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin menyampaikan, Al-Qur’an bukan sekadar buku bacaan, melainkan sumber petunjuk yang mampu menguatkan keimanan, membangun karakter, dan menjadi inspirasi perubahan hidup masyarakat. Karena itu, kehadiran mushaf Al-Qur’an di tengah jamaah binaan merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam mendukung proses pembinaan yang dilakukan para dai di lapangan.
“Di banyak daerah binaan, masih ditemukan jamaah yang belajar mengaji secara bergantian karena keterbatasan jumlah mushaf. Bahkan di beberapa lokasi dakwah terpencil dan komunitas marginal, memiliki Al-Qur’an sendiri masih menjadi sesuatu yang tidak mudah. Karena itu, sinergi dengan BAZNAS RI ini menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan akses yang lebih luas terhadap pembelajaran Al-Qur’an,” ujarnya.
Selama ini, kata Arifin, LDK PP Muhammadiyah telah mengembangkan jaringan dakwah komunitas yang tersebar di seluruh penjuru tanah air melalui para dai yang bertugas di berbagai medan dakwah. Mereka mendampingi masyarakat di daerah 3T, kawasan terpencil, komunitas adat, kantong-kantong kemiskinan perkotaan, hingga lembaga pemasyarakatan.
"Dalam kondisi yang penuh keterbatasan, para dai terus menghidupkan majelis taklim, pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, pembinaan mualaf, dan berbagai program pemberdayaan masyarakat," terangnya.
Program distribusi mushaf ini diharapkan dapat memperkuat proses pembinaan tersebut. Dengan tersedianya Al-Qur’an yang memadai, jamaah binaan dapat lebih mudah mengikuti kegiatan belajar membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an secara berkelanjutan.
"Para dai pun memiliki sarana yang lebih baik dalam membimbing masyarakat menuju kehidupan yang lebih berkemajuan dan berakhlak mulia," pungkas Arifin.

