LDK PWM Sulsel Luncurkan Program Pembinaan Mualaf, Wujud Dakwah Inklusif Berkelanjutan

Publish

11 October 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
377
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKAASAR, Suara Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan meluncurkan program pembinaan mualaf yang menjadi langkah awal penguatan iman dan pendampingan sosial bagi para mualaf di Makassar. Acara peluncuran digelar di Aula Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf, Sabtu, 11 Oktober 2025.

Acara ini sebagai hasil kolaborasi dengan Yayasan Islamic Centre Al-Markaz Al-Islami Makassar. Program ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman antara kedua lembaga beberapa waktu lalu dan menjadi upaya memperkuat peran dakwah komunitas di Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PWM Sulsel, Muhammad Syaiful Saleh menyampaikan, kehadiran Muhammadiyah di tengah komunitas-komunitas yang selama ini kurang tersentuh dakwah merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan keagamaan. "Pendekatan dakwah tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menyentuh langsung kehidupan masyarakat," katanya.

Ketua LDK PWM Sulsel, Nurhidayat M. Said, menjelaskan, pembinaan mualaf akan dilakukan secara rutin satu kali sepekan. Program ini, kata dia, "Tidak hanya bertujuan menguatkan akidah para mualaf, tetapi juga memberikan dukungan sosial agar mereka tidak berjalan sendiri dalam proses adaptasi keagamaan dan sosial," bebernya.

Ketua Harian Yayasan Islamic Centre Al-Markaz Al-Islami, Mustari Mustafa, menegaskan pentingnya pendataan dan pendampingan serius bagi para mualaf. Menurutnya, program ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab bersama.

"Muhammadiyah memiliki amal usaha seperti kampus dan rumah sakit yang dapat menjadi mitra pendukung pembinaan secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan dapat menjawab berbagai kebutuhan mualaf, mulai dari aspek pendidikan, pekerjaan, hingga pembinaan spiritual," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Syaiful Saleh menegaskan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada kesepahaman tertulis, melainkan akan diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. “Ini bukan sekadar MoU, tapi Memorandum of Action. Dakwah harus nyata dalam tindakan,” ujarnya.

Dalam acara peluncuran tersebut, LDK Muhammadiyah juga mengislamkan seorang mualaf baru, Silvester P. Ongko. Selain itu, sepuluh mualaf lainnya menerima bingkisan sebagai bentuk penyambutan dan dukungan awal.

Program pembinaan mualaf ini mencerminkan komitmen organisasi Islam untuk memperkuat fondasi keberagamaan dan integrasi sosial masyarakat baru Muslim di Makassar. Kolaborasi Muhammadiyah dan Al-Markaz Al-Islami diharapkan menjadi model dakwah komunitas yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEKKAH, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdul Fattah Mashat, hari ini, ....

Suara Muhammadiyah

29 June 2025

Berita

PULANGPISAU, Suara Muhammadiyah – Tidak semua orang dengan kemampuan retorika yang baik otomat....

Suara Muhammadiyah

3 December 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Eco Bhinneka Muhammadiyah, HIDIMU (Himpunan Difabel Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

7 July 2025

Berita

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah - Pada Ahad, 04 Agustus 2024, di Masjid Al Ihsan Sidakan Banaran, Gal....

Suara Muhammadiyah

6 August 2024

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah -  Kepala SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (DIMSA), Ustadz Wibowo....

Suara Muhammadiyah

15 October 2025