Literasi Penting untuk Semua

Suara Muhammadiyah

20 November 2023

1414
Doc. Istimewa

Doc. Istimewa

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah - Pada hari Ahad, 19 November 2023 telah diadakan Diskusi Literasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Literasi Nasyiah (RALINA) Tunas Cendekia, Pedukuhan 3 Garongan Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain warga sekitar Desa Garongan yang hadir. Diskusi ini juga mengundang elemen Angkatan Muda Muhammadiyah lainnya di Kulonprogo, seperti PDNA, PDPM, PD IPM dan PC IMM Kulonprogo. Termasuk juga undangan kepada eksternal Muhammadiyah, seperti Komunitas Pengelola Taman Baca dan Perwakilan Perpustakaan Kulonprogo.

Diskusi ini menghadirkan Iwan Setiawan, M.S.I. Wakil Ketua PWM DIY sekaligus Dosen UNISA Yogyakarta. Iwan berbicara mengenai pentingnya literasi bagi semua warga tanpa terkecuali. Literasi secara sederhana merupakan kecakapan untuk membaca, menulis, berbicara dan menyaring informasi.

Iwan mengatakan, “Setiap orang harus punya kecakapan literasi untuk hidup sehari-hari. Sebentar lagi ada masa-masa kampanye politik. Dengan kecakapan literasi, setiap warga bisa waspada saat menerima informasi, dan tidak mudah terjebak informasi bohong.”

“Zaman SMS dulu sebelum ada WhatsApp. Paklek saya pernah termakan informasi bohong. Dapat hadiah motor, disuruh bayar uang muka, lalu motor harus diambil ke Jakarta. Saking semangatnya, Paklek saya sampai menyewa mobil Pickup untuk menjemput motor hadiah ke Jakarta. Selebihnya, tahu sendiri. Ini semua berita bohong, penipuan.”, kisah Iwan Setiawan.

Selain diskusi bersama Iwan Setiawan. Diskusi malam hari itu juga memutarkan film dokumenter tentang RALINA karya Bachtiar Ardiansyah, seorang mahasiswa tingkat akhir di Prodi Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta.

Film dokumenter berdurasi 15 menit tersebut bercerita tentang eksistensi RALINA dalam membantu warga sekitar meningkatkan budaya literasi. RALINA di Kulonprogo merupakan Pilot Project dari PP Nasyiatul Aisyiyah, yang diharapkan dari Kulonprogo dapat diduplikasi ke seluruh Indonesia.

RALINA sendiri merupakan tempat baca milik Nasyiah yang memberikan kemudahan dalam  akses bacaan untuk perempuan, anak, dan masyarakat dengan menyediakan bahan pustaka. Di samping itu RALINA juga melakukan program yang terkait dengan pemberdayaan perempuan berupa pelatihan–pelatihan yang sesuai dengan potensi dan  kebutuhan warga setempat.

Beberapa narasumber yang tampil dalam dokumenter tersebut antara lain: Mu’arif (Pegiat Literasi Muhammadiyah), Ariati Dina Puspitasari (Ketua Umum PP Nasyiah), Faizah (Ketua PP Nasyiah), Mona Atalina (Ketua Departemen PITD PP Nasyiah) dan Romi Astanti (Ketua Pengelola RALINA Tunas Cendekia).

Romi Astanti selaku pengelola RALINA yang juga Guru di SMA Muhammadiyah Wates menyatakan kebahagiannya atas kelancaran acara diskusi. Seraya berharap RALINA Tunas Cendekia dapat memberikan manfaat lebih luas lagi untuk masyarakat sekitar. (Muhammad Zulfi Ifani)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 4.300 peserta mengikuti Orientasi Studi Dasar Islam (....

Suara Muhammadiyah

24 September 2025

Berita

AGAM, Suara Muhammadiyah – Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memperkirakan sekitar 1,3....

Suara Muhammadiyah

27 September 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Semangat menyemarakkan Milad ke-113 Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Mu....

Suara Muhammadiyah

9 November 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Komisariat Univers....

Suara Muhammadiyah

3 December 2024

Berita

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menjalin dan menandatangani Memorandum of Understa....

Suara Muhammadiyah

21 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah