Literasi Regulasi dan Syariat Haji, Penguatan Kesiapan Jamaah KBIHU Aisyiyah 2027

Suara Muhammadiyah

9 September 2026

107
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebagaimana spirit Muhammadiyah yang merupakan gerakan tajdid, mengokohkan dalam masalah ibadah dan responsif pada dinamika perhajian terkini maka Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) 'Aisyiyah Kota Yogyakarta kembali menggelar agenda rutin kegiatan Manasik Haji Klasikal pada Ahad, 6 September 2026. Pertemuan ke-5 untuk persiapan musim haji di tahun 2027, dengan penguatan kajian keilmuan tentang Syari'at dalam Ibadah Haji dan wawasan pengetahuan tentang Kebijakan dan Regulasi dalam Perhajian. , Dilaksanakan di Masjid Islamic Centre Universitas Ahmad Dahlan kampus 4 ring road Selatan Tamanan Bantul, DIY. Dihadiri oleh para pengurus/pimpinan, pembimbing dan jemaah haji tahun 2027 dan 2028 KBIHU 'Aisyiyah Kota Yogyakarta.

Dalam pengarahannya, Ketua KBIHU 'Aisyiyah Kota Yogyakarta, Ir. H. Rowi Sutaryo memaparkan pencapaian kegiatan manasik menyambut musim haji 2027 M/1448 H. Rowi mengemukakan,"Kegiatan kita kali ini adalah Manasik Klasikal ke-5, pada Oktober bulan depan kita akan melaksanakan manasik klasikal terakhir untuk persiapan haji di tahun 2027, selanjutnya akan diteruskan dengan pendalaman materi dalam manasik regu, untuk memudahkan masing-masing regu dibentuk berdasarkan kemantren/wilayah terdekat." Tetapi Rowi mengingatkan dengan menggarisbawahi bahwa regu dalam manasik pereguan di tanah air bukan regu yang permanen, jadi tetap ada dinamika menyesuaikan dengan perkembangan dan terutama untuk menyesuaikan kebutuhan bagi para jemaah.

Selain itu Rowi mengingatkan agar para jemaah juga mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari, termasuk dalam pelunasan Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) yaitu sejumlah uang yang dibayar warga negara yang akan menunaikan haji., untuk menghindari dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kemungkinan gagal bayar dan yang lainnya. Untuk itu dalam kesempatan tersebut juga disampaikan materi penguatan literasi keuangan dalam berhaji oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), agar para jemaah dapat menyelesaikan persoalan pendanaan dan pelunasan Bipih secara aman nyaman dan mudah sesuai dengan syari’ah.

Materi pertama Manasik Haji Klasikal, pertemuan ke-5 tersebut disampaikan oleh Hj. Silvia Rosetti, SE, M.S.I (Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementrian Haji dan Umroh DIY) yang memaparkan kajian tentang Kebijakan dan Regulasi Perhajian, mengungkapkan komitmen penuh Kemenhaj DIY yang berorientasi pelayanan haji untuk kemudahan dan kenyamanan, dengan terus melakukan pembenahan yang mendukung. Sejak 26 Oktober 2026 Kemenhaj DIY sudah dipercaya pemerintah dengan penetapan bandara Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai embarkasi berbasis hotel dengan menempatkan kesehatan dan keselamatan sebagai prioritas.

Silvia juga mengingatkan semua jemaah agar menjaga dan memastikan sebelum pelunasan harus Istithoah kesehatan. Mempersiapkan diri dengan mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Memperhatikan masa-masa penting dalam tiga tahapan yaitu selama masa tunggu, masa pelunasan, dan masa di embarkasi. Diperkirakan pemberangkatan kira-kira awal April, dijaga sejak sekarang kadar gula normal, Hb darah, tensi dan lain-lain dalam batas normal. Untuk menjaganya dengan melakukan pemeriksaan seperti pemeriksaan jantung dan paru secara berkala.Silvi memberi catatan khusus untuk jemaah yang melakukan Hemodialisis dan penderita Tubercolosis.

Selain itu juga jemaah wajib vaksin meningitis dan polio, yang merupakan ketentuan otoritas Arab Saudi. Untuk penguatan menjaga kesehatan Silvi memaparkan beberapa tips penguatan budaya hidup sehat dengan cara yaitu mengkonsumsi makanan yang seimbang bergizi, memperbanyak minum air putih, rutin olah raga pagi, istirahat cukup dan bisa mengelola stress, dan mengusahakan terakhir terima tamu H-7 karena sangat mempengaruhi kesehatan, tidak boleh terlalu senang atau terlalu sedih, menghindari rokok dan hal-hal yang berbahaya, bisa memanfaatkan program pemerintah check kesehatan gratis (ckg) serta jemaah harus melek teknologi, apalagi dengan digitalisasi sekarang banyak layanan terintegrasi dengan system, minimal punya WA Group, menyimpan nomor-nomor kontak penting terutama petugas daerah seperti pengurus dan pembimbing KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogya. Serta selalu menumbuhkan empati yang mendalam antar sesama, sesuai dengan tagline “Haji ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan.”

“Dan sesuai dengan perspektif Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, Kemenhja memperbolehkan penyembelihan dan pendistribusian DAM haji boleh dilakukan di tanah air," tandasnya di akhir pemaparan.

Materi Kedua tentang “Ibadah Haji dalam Perspektif Syari’ah” disampaikan oleh Dr. H. M. Muhajir, Lc, MA. Pembimbing Senior KBIHU 'Aisyiyah Kota Yogyakarta yang akan mendampingi jemaah Haji KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta di tanah suci pada musim haji 2027 M./ 1448 H. Muhajir mengawali paparannya dengan talbiyah yang memiliki posisi penting dalam ibadah haji maupun umrah, merupakan simbol kesiapan memenuhi panggilan Allah.

“Talbiyah harus dihayati, diresapi, dihafalkan, dan sering diamalkan, diucapkan berulang-ulang menjadi simbol totalitas penghambaan hanya kepada Allah semata," pesannya. Haji adalah syari’at yang melekat pada kehidupan Ibrahim as, di syariatkan pada umat Rasulullah Saw pada tahun 9 H. Merupakan ibadah penyempurna rukun Islam, yang syari’atnya telah ditetapkan di dalam Al-Qur’an disebut 19 kali (seperti dalam QS al-Baqarah:197, Ali Imran:97 dan al-Hajj:27) dan As-Sunah seperti dalam hadits dari Abu Hurairah ra sabda Rasulullah Saw.: “Wahai seklian manusia sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji bagi kalian maka berhajilah”. (HR Muslim).

Juga Hadits Ibnu Umar ra, Rasulullah Saw menjelaskan: “Islam itu dirikan atas lima pondasi, bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan -Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat , berhaji dan melaksnakan puasa ramadhan”.(HR Bukhari Muslim).

Selanjutnya Muhajir menjelaskan definisi haji, secara bahasa haji/al-Haju bisa berarti al-Qashd: menuju, az-Ziyaaratu: mengunjungi, dan al-Amdu: menyengaja. Secara istilah haji adalah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu dalam waktu tertentu. Sebagaimana ibadah yang lainnya, di dalam haji juga terdapat nilai-nilai tauhid ketaatan, ketundukan, penghambaan dan pengabdian, untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Kegiatan manasik klasikal KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta selanjutnya, pertemuan ke-enam, Insya Allah akan dilaksanakan pada Ahad 4 Oktober 2026 di Masjid Islamic Centre UAD Kampus 4. Bagi masyarakat yang sudah memiliki nomor porsi haji bisa bergabung melalui nomor kantor (HP 0857-0112-5588) atau datang langsung ke kantor KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta di jalan Sultan Agung no. 14 Yogyakarta, kompleks perkantoran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta. (S. Intani)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PADANGSIDIMPUAN, Suara Muhammadiyah -  Musibah banjir kembali melanda kawasan Tapanuli Selatan ....

Suara Muhammadiyah

15 March 2025

Berita

KENDAL, Suara Muhammadiyah - Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Patean Kendal, menggelar kejuaraan T....

Suara Muhammadiyah

9 October 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Pengetahuan melalui sains adalah bagian penting dari upaya meningkatkan....

Suara Muhammadiyah

7 October 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhamma....

Suara Muhammadiyah

12 October 2023

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Cabang Kembaran, Kabupat....

Suara Muhammadiyah

19 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah