LPCRPM PDM Kab Pekalongan Perkuat Ranting Baru
PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan memperkuat konsolidasi organisasi dengan melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) baru di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Kunjungan dilakukan sebagai ikhtiar untuk menjalin ukhuwah, mempererat silaturahmi, sekaligus memberikan pendampingan kepada penggerak Muhammadiyah di tingkat akar rumput.
Rangkaian kunjungan pertama menyasar PRM Majesem dan PRM Pait di bawah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Siwalan. Pertemuan berlangsung hangat dan diisi dengan dialog, berbagi pengalaman, serta motivasi untuk menghidupkan dakwah persyarikatan di tingkat ranting.
Ketua LPCRPM menegaskan agar ranting baru tidak terbebani program besar. Gerakan dapat dimulai dari kegiatan sederhana namun berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pengobatan gratis, bakti sosial, santunan, pelayanan kesehatan, kajian keislaman, dan pemberdayaan ekonomi umat.
"Muhammadiyah harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Keberadaan ranting bukan sekadar memenuhi struktur organisasi, melainkan menjadi pusat gerakan dakwah, pelayanan, dan pemberdayaan," demikian pesan yang disampaikan dalam kunjungan tersebut.
Kunjungan kedua dilanjutkan ke PRM Waru Kidul, PCM Wiradesa. Ranting ini menjadi PRM ke-14 yang berdiri di lingkungan PCM Wiradesa, sekaligus menandai bahwa seluruh desa di wilayah Wiradesa telah memiliki Ranting Muhammadiyah.
Dalam dialog tersebut, Ketua LPCRPM menekankan pentingnya penguatan fondasi keilmuan dan ideologi Muhammadiyah, khususnya melalui pendalaman Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah (HPT) sebagai pedoman amaliah dan pemahaman keislaman.
Menurut Ketua LPCRPM, capaian PCM Wiradesa patut menjadi inspirasi bagi PCM lain se-Kabupaten Pekalongan. Pengembangan organisasi harus dilakukan terencana, bertahap, dan berkelanjutan. Tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi memastikan setiap cabang dan ranting benar-benar hidup, memiliki kader yang bergerak dan program yang memberi kemaslahatan.
Dalam kunjungan itu, LPCRPM juga menyosialisasikan agenda Gebyar Milad Muhammadiyah ke-114 tingkat Kabupaten Pekalongan yang akan digelar pada Ahad, 22 November 2026 di SMK Muhammadiyah Karanganyar.
Agenda utama berupa Expo Cabang, Ranting, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Pekalongan, dimeriahkan lomba drumband dan pentas seni. Expo ini diharapkan menjadi ajang menampilkan potensi, kreativitas, dan kontribusi Muhammadiyah di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Ketua LPCRPM mengajak seluruh PCM, PRM, dan AUM untuk berpartisipasi aktif, termasuk ranting-ranting baru.
Ketua LPCRPM PDM Kabupaten Pekalongan, Gusnadi, S.Ak., menegaskan pengembangan cabang, ranting, dan pembinaan masjid merupakan satu kesatuan gerakan.
"Ranting itu penting, cabang harus berkembang, masjid harus makmur dan memakmurkan jamaahnya. Masjid tidak hanya tempat ibadah ritual, tetapi pusat pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat," ujarnya.